Gol Kiper Benfica Kirim Real Madrid ke Babak Playoff Liga Champions, Mourinho Pamer ke Mantan Pemain AS Roma

Jose Mourinho
Jose Mourinho Foto: Tangkapan layar Instagram@josemourinho
0 Komentar

Hingga menit ke-98, Benfica masih terpuruk di posisi ke-25 klasemen dan tersingkir akibat selisih gol yang kalah dari Marseille.

Di saat yang sama, klub Prancis tersebut kalah telak 0-3 di kandang Club Brugge. Namun semua skenario berubah hanya dalam satu momen tak terduga.

Aksi Trubin mengacak-acak klasemen dan mengantar Benfica finis di peringkat ke-24, posisi terakhir yang berhak melaju ke babak play-off.

Baca Juga:Inter Diprediksi Hadapi Benfica, Juventus Lawan Club Brugge, Ini Aturan Babak Play-off Liga ChampionsLolos ke Babak Play-off Liga Champions, Juventus Kantongi Duit Rp896 Miliar

Di fase gugur awal nanti, Benfica berpotensi menghadapi Inter Milan atau bahkan kembali bertemu Real Madrid, yang secara mengejutkan harus melalui jalur play-off karena gagal masuk delapan besar.

José Mourinho sendiri mengaku hampir tak percaya dengan apa yang terjadi. Seusai laga, ia menyampaikan kekagumannya terhadap momen luar biasa tersebut.

“Dalam semua tahun saya di sepak bola, dengan segala hal yang sudah saya alami, ini benar-benar pertama kalinya saya melihat sesuatu seperti ini,” ujar Mourinho.

Seperti biasa, bukan Murinho jika tak pamer tentang kejeniusan taktiknya, ia lalu mengumbar percakapannya dengan mantan pemain AS Roma, Dean Huijsen di lorong stadion.

“Saya bilang kepadanya bahwa mereka beruntung. Real Madrid bisa saja kalah dengan skor yang jauh lebih besar dari 4-2.”

Soal gol Trubin, Mourinho menegaskan itu bukan sepenuhnya kebetulan.

“Kami tahu dia punya kemampuan untuk mencetak gol. Bahkan melawan Porto, dia hampir melakukannya. Dia punya kualitas, dan umpan silang yang bagus membuat perbedaan,” jelasnya.

Mourinho menambahkan bahwa keputusan mengirim Trubin ke depan diambil dalam situasi yang serba mendesak.

Baca Juga:Intip Calon Lawan Atalanta, Inter dan Juventus di Babak Playoff Liga ChampionsTak Lagi Dipercaya Spalletti, Vlahovic Rayakan Ulang Tahun Terakhir di Juventus

“Tendangan bebas itu keberuntungan, begitu juga keputusan untuk maju dengan kiper. Saya bahkan baru tahu di menit terakhir bahwa kami butuh satu gol lagi. Tapi sekalipun kami gagal lolos, kami tetap akan menjaga harga diri,” pungkasnya.

Malam di Da Luz pun menjadi bukti bahwa dalam sepak bola, segalanya bisa terjadi hingga detik terakhir—terutama ketika José Mourinho berada di pinggir lapangan.

0 Komentar