RADARTASIK.ID – Malam yang nyaris mustahil terjadi akhirnya benar-benar terwujud di Estádio da Luz.
Benfica mencetak gol penentu di detik-detik terakhir untuk menaklukkan Real Madrid dengan skor 4-2 pada laga pamungkas Fase Liga Champions.
Hasil dramatis ini bukan hanya mengguncang stadion, tetapi juga mengubah peta klasemen secara drastis.
Baca Juga:Inter Diprediksi Hadapi Benfica, Juventus Lawan Club Brugge, Ini Aturan Babak Play-off Liga ChampionsLolos ke Babak Play-off Liga Champions, Juventus Kantongi Duit Rp896 Miliar
Gol kemenangan Benfica tercipta pada menit ke-99 dan dicetak oleh sosok yang paling tak terduga: kiper Ukraina, Andrey Trubin.
Menyambut tendangan bebas terakhir dalam pertandingan, Trubin maju ke kotak penalti lawan dan menanduk bola melewati Thibaut Courtois.
Gol itu memastikan kemenangan Benfica sekaligus mengirim Real Madrid ke babak play-off, membuat raksasa Spanyol tersebut gagal menembus delapan besar.
Lebih dari sekadar kemenangan, hasil ini juga berdampak besar pada persaingan zona bawah.
Benfica sukses menyingkirkan Marseille asuhan Roberto De Zerbi dari posisi ke-24 klasemen akhir.
Klub Portugal yang kini ditangani José Mourinho itu akhirnya merebut tiket terakhir ke babak play-off Liga Champions, sebuah pencapaian yang nyaris mustahil hingga detik terakhir pertandingan.
Laga ini sendiri berjalan dengan tensi tinggi dan diwarnai tambahan waktu yang sangat panjang.
Baca Juga:Intip Calon Lawan Atalanta, Inter dan Juventus di Babak Playoff Liga ChampionsTak Lagi Dipercaya Spalletti, Vlahovic Rayakan Ulang Tahun Terakhir di Juventus
Salah satu penyebabnya adalah kartu kuning kedua yang diterima penyerang Real Madrid, Rodrygo, setelah sebelumnya rekan setimnya, Asencio, juga diganjar kartu oleh wasit asal Italia, Davide Massa.
Insiden tersebut membuat jalannya pertandingan terhenti beberapa kali dan memicu tambahan waktu yang panjang.
Dalam kondisi unggul 3-2 dan sudah mengetahui hasil pertandingan lain yang relevan, Benfica terus menekan hingga peluit akhir.
Tendangan bebas Aursnes di menit-menit terakhir menjadi peluang pamungkas.
Dari bangku cadangan, Mourinho memberi instruksi berani: memanggil Trubin untuk ikut naik membantu serangan.
Keputusan itu terbukti jenius. Sundulan Trubin menembus pertahanan Real Madrid dan membuat Courtois tak berdaya.
Estádio da Luz pun meledak dalam euforia. Para pendukung Benfica bersorak liar, sementara Mourinho merayakan gol tersebut dengan emosi yang sulit disembunyikan.
Bagi sang pelatih, ini adalah salah satu malam paling berkesan dalam karier panjangnya, terlebih karena terjadi saat melawan salah satu mantan klubnya, Real Madrid.
