RADARTASIK.ID – Gianpiero Marini, mantan gelandang legendaris Inter Milan, tak ragu menyebut Nerazzurri saat ini sebagai tim terkuat di Serie A.
Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, pria kelahiran 1951 itu berbicara tentang Inter di masa kejayaannya, pengalamannya bersama Timnas Italia, hingga keyakinannya bahwa Inter sekarang berada di jalur yang tepat untuk meraih scudetto.
Marini merupakan bagian dari skuad Inter peraih gelar Serie A musim 1979/1980, salah satu tim paling dominan dalam sejarah klub.
Baca Juga:Gol Kiper Benfica Kirim Real Madrid ke Babak Playoff Liga Champions, Mourinho Pamer ke Mantan Pemain AS RomaInter Diprediksi Hadapi Benfica, Juventus Lawan Club Brugge, Ini Aturan Babak Play-off Liga Champions
Ia lalu mengenang era tersebut dengan penuh nostalgia dimana Inter saat itu berisi pemain asli Italia.
“Waktu itu semuanya pemain Italia. Pemain asing, Prohaska, baru datang setahun kemudian, setelah perbatasan kembali dibuka. Kami juara dengan memimpin klasemen dari pekan pertama sampai terakhir,” kenang Marini.
“Kami dilatih Eugenio Bersellini, pelatih yang serius dan sangat kompeten. Kami mengikutinya sepenuh hati, karena ada rasa saling menghargai dan kebersamaan,” lanjutnya.
“Sampai sekarang kami masih punya grup WhatsApp dan setidaknya setahun sekali bertemu. Rasanya selalu menyenangkan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Marini juga mengingat asal-usul julukan legendaris “Paman” untuk Giuseppe Bergomi, ikon Inter dan sepak bola Italia.
“Dia masih anak Primavera, baru 17 tahun. Masuk ke ruang ganti dan bilang, ‘Selamat pagi’. Kami semua menatapnya, lalu saya bilang: ‘Kamu siapa? Dengan kumis setebal itu kamu mirip paman saya.’ Itulah Bergomi, di latihan pertamanya bersama tim utama,” ujarnya sambil tertawa.
Marini juga menyinggung momen besar dalam kariernya bersama Timnas Italia, yakni keberhasilan menjuarai Piala Dunia 1982 di bawah asuhan Enzo Bearzot.
Baca Juga:Lolos ke Babak Play-off Liga Champions, Juventus Kantongi Duit Rp896 MiliarIntip Calon Lawan Atalanta, Inter dan Juventus di Babak Playoff Liga Champions
“Bearzot itu luar biasa, ‘Vecio’ kami. Dia memanggil saya agak terlambat, saat usia saya sudah 30 tahun, dan berkata: ‘Kamu tidak akan ke mana-mana, kamu akan lama bersama kami.’ Dia memberi saya salah satu kebahagiaan terbesar dalam hidup,” kata Marini penuh emosional.
Beranjak ke masa kini, Marini tak menyembunyikan kekagumannya terhadap Inter yang sekarang.
