BANJAR, RADARTASIK.ID – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mengunjungi Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Banjar. Mereka mendiskusikan terkait pekerjaan yang akan dilakukan tahun 2026.
Diketahui, semua daerah termasuk Kota Banjar terdampak pemotongan dana TKD (tranfer ke daerah) mencapai ratusan miliar rupiah. Hal itu yang menjadi dasar pertemuan dilakukan.
“Sebelumnya sudah kita ingatkan, hampir semua daerah terdampak efisien di tahun 2026 ini. Hanya ada untuk pemeliharaan saja,” ucap Ketua Komisi III DPRD Kota Banjar Cecep Dani Sufyan, Rabu (28/1/2026) usai kunker di DPUTR.
Baca Juga:Logay, Nama yang Terlalu Banyak Gaya!Wajah Baru Pengurus PAC PDIP Tamansari, Imam Mulyana Isi Kursi Sekretaris
Diketahui, ruas jalan kota mencapai 253 kilometer. Beberapa di antaranya dalam kondisi bagus, rusak ringan hingga rusak berat.
Dia mendorong jalan rusak berat dilakukan rekonstruksi, karena jika dibiarkan akan semakin bertambah parah. Sedangkan dia mengakui perbaikan belum bisa dilakukan terkendala keterbatasan anggaran.
Dikatakan Cecep, tahun ini Kota Banjar hanya mendapatkan bantuan perbaikan jalan yang anggarannya bersumber dari bagi hasil opsen pajak dan kelapa sawit. Dan itu hanya untuk satu ruas jalan.
“Kita dorong agar Pemkot Banjar minta bantuan ke Provinsi Jawa Barat, dan juga meminta menstabilkan harga bahan bangunan seperti harga pasir yang alami kenaikan,” tuturnya.
Kepala Dinas PUTR Kota Banjar Agus Saripudin mengatakan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam penanganan jalan.
“Ruas jalan yang rusak tentu harus ditangani dengan baik,” ujarnya. (Anto Sugiarto)
