Content Creator Garut Dibacok karena Unggahan Soal Dugaan Pungli di Pantai Santolo

content creator garut dibacok
Korban pembacokan Ferisa Pratama saat mendapat perawatan medis (Agi Sugiana/radartasik.id)
0 Komentar

GARUT, RADARTASIK.ID – Lagi, Pantai Santolo menjadi sorotan. Itu setelah munculnya dugaan pembacokan atau penganiayaan terhadap content creator.

Dugaan pembacokan oleh sekelompok orang itu bahkan baru-baru ini viral di media sosial.

Dugaan sementara, korban mengalami pembacokan setelah aktif mengunggah praktik pungutan liar (pungli) di kawasan wisata Pantai Santolo Kabupaten Garut.

Baca Juga:Logay, Nama yang Terlalu Banyak Gaya!Wajah Baru Pengurus PAC PDIP Tamansari, Imam Mulyana Isi Kursi Sekretaris

Korban adalah Ferisa Pratama (35) warga Desa Mancagahar Kecamatan Pameungpeuk. Dia diduga menjadi korban penganiayaan pada Selasa (27/1/2026).

Feri menyebut, insiden itu diduga dipicu unggahannya yang dinilai mengusik aktivitas pungli di kawasan Pantai Santolo.

Sebelum kejadian, ia sempat menerima ancaman dari pelaku. Hingga akhirnya, ia mencoba mengklarifikasi ancaman itu dengan mendatangi rumah pelaku.

“Saya datang ke rumahnya, tapi tidak ada. Beberapa saat kemudian dia datang bersama lima orang lainnya lalu memukul saya,” ucapnya, Rabu (28/1/2026).

Ia menuturkan, pelaku membawa senjata tajam lalu melakukan pembacokan ke beberapa bagian tubuh hingga mengalami luka robek.

Luka di bagian tangan kiri bahkan mendapatkan 16 jahitan. Kemudian luka di tangan kanan dan perut hingga mendapatkan enam jahitan.

Saat ini, dirinya sedang menjalani pemulihan.

“Saat ini saya sedang menjalani pemulihan, terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya selama ini,” katanya.

Baca Juga:Kiai Miftah Fauzi Membaca Ulang Kota Tasikmalaya!Gansa Persada MAN 1 Tasikmalaya Raih Juara 3 Paduan Suara Priangan Timur

Lebih lanjut, kata Ferisa, selama ini dirinya memang kerap memposting aktivitas premanisme dan pungli di kawasan Pantai Santolo.

Ia menegaskan, hal itu ia lakukan bukan untuk mencari sensasi, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan pariwisata daerah.

Menurutnya, dugaan praktik pungli dan aksi premanisme justru menjadi penghambat berkembangnya kawasan pantai sebagai destinasi wisata unggulan.

“Saya tetap akan berjuang memulihkan wisata Pantai Santolo, apapun itu risikonya,” ungkapnya.

Ia menyebut telah resmi melapor ke pihak kepolisian. Dia berharap para pelaku segera ditangkap dan diadili.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Garut AKP Joko Prihatin mengatakan, pelaku saat ini masih dalam pengejaran.

“(Terduga pelaku) masih dalam pencarian,” singkatnya.

Kejadian ini menambah daftar panjang kejadian di kawasan pantai selatan Kabupaten Garut itu. Sebelumnya, dugaan penganiayaan juga sempat terjadi baru-baru ini dengan korban seorang perempuan. (Agi Sugiana)

0 Komentar