Bukan Sekadar Nostalgia, Mourinho Buktikan Benfica Layak Singkirkan Real Madrid, Apakah Akan Bertarung Lagi?

Mourinho
Para pemain Benfica merayakan gol yang diciptakan kiper Anatoliy Trubin saat mengalahkan Real Madrid 4-2 di Liga Champions, Kamis, 29 Juni 2026. (Benfica/Instagram)
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Real Madrid harus menelan kekalahan mengejutkan saat berhadapan dengan Benfica di Liga Champions pada Kamis, 29 Januari 2026.

Tim asal Spanyol itu takluk dengan skor 2-4 dari klub Portugal yang kini ditangani mantan pelatih mereka, Jose Mourinho.

Hasil tersebut memastikan Benfica melangkah ke babak play-off Liga Champions dan menjadi pencapaian penting bagi tim berjuluk As Aguias tersebut.

Kemenangan ini disambut dengan penuh kepuasan oleh Mourinho.

Baca Juga:Gagal Aman, Dua Raksasa Spanyol Hadapi Ancaman Tersingkir Lebih Dini di Liga ChampionsMbappe Buka Suara Usai Real Madrid Tersungkur dari Benfica, Gol Kiper Menambah Rasa Malu

Pelatih berusia 63 tahun itu menilai hasil yang diraih timnya sepenuhnya pantas, mengingat efektivitas permainan Benfica sepanjang laga. “Saya pikir kemenangan ini sangat pantas,” ungkapnya seperti dikutip Football Espana.

Ia menyoroti dua peluang yang dimiliki Kylian Mbappe yang berujung gol, sekaligus menegaskan bahwa secara keseluruhan Benfica tampil lebih efisien.

Bagi Mourinho, keberhasilan mengalahkan Real Madrid bukan sekadar kemenangan biasa.

Ia menilai hasil tersebut memiliki nilai prestise tinggi bagi Benfica, terlebih karena kedua tim sudah lama tidak bertemu sejak masa-masa kejayaan klub Portugal itu di Liga Champions, termasuk ketika tampil di partai final.

Menurutnya, kemenangan ini menjadi suntikan kepercayaan diri besar bagi klub maupun para pemain.

Emosi Mourinho pun terlihat jelas ketika Benfica mencetak gol keempat pada menit ke-98, gol yang memastikan kelolosan mereka ke fase berikutnya.

Ia sempat merasa tidak enak hati karena merayakan gol tersebut saat menghadapi mantan klubnya.

Namun, perasaan itu mereda setelah mendapatkan pemahaman dari Alvaro Arbeloa, mantan anak asuhnya yang kini menjadi pelatih Real Madrid.

Baca Juga:Real Madrid Masih Bimbang Tentukan Pelatih Musim Depan, Unai Emery atau Jurgen Klopp?Bukan di Jalan Raya, Puluhan Bikers Honda CBR Tumpahkan Adrenalin di Sirkuit Subang

”Ia mengatakan kepada saya untuk tidak perlu khawatir,” kata Mourinho.

Mourinho menilai Arbeloa memahami bahwa dalam momen emosional di pinggir lapangan, seorang pelatih kerap larut dan melupakan segala hal di sekitarnya.

Menatap babak play-off, Benfica berpotensi kembali menghadapi lawan berat, yakni Real Madrid atau Inter Milan.

Mourinho menyambut kemungkinan tersebut dengan sikap realistis.

Ia mengaku selalu senang kembali ke kota-kota besar seperti Madrid dan Milan karena bisa bertemu rekan lama.

Namun, ia tak menutup mata bahwa Real Madrid dan Inter merupakan kandidat kuat juara Liga Champions.

0 Komentar