TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Pemilihan Rektor Universitas Siliwangi (Unsil) Kota Tasikmalaya periode 2026–2030 resmi memasuki babak baru.
Pengambilan nomor urut bakal calon rektor digelar di Auditorium Gedung Somantri FKIP Universitas Siliwangi Kampus 1, Kamis (29/1/2026).
Agenda yang tampak administratif itu sesungguhnya menjadi pintu masuk pertarungan gagasan delapan kandidat yang akan memperebutkan 35 suara anggota Senat Universitas Siliwangi.
Baca Juga:UPTD PPA Ogah Disebut Ikut Manggung: Jangan Sampai Kasus Eksploitasi Anak Jadi Arena Saling KlaimHandphone dan Dua Akun Medsos Jadi Barang Bukti Kasus Eksploitasi Anak di Kota Tasikmalaya
Sebuah kontestasi yang bukan sekadar soal nomor urut, tetapi soal siapa paling siap membawa kampus berdampak bagi masyarakat Kota Tasikmalaya dan sekitarnya.
Ketua Senat Unsil, Deden Mulyana, mengatakan pemilihan rektor merupakan agenda rutin empat tahunan yang sarat tanggung jawab moral dan kelembagaan.
“Harapan kami, siapapun yang terpilih nanti mampu mengembangkan Unsil lebih baik ke depan. Sesuai dengan visi Menteri, kampus harus memberi dampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Deden, delapan bakal calon dipersilakan menyampaikan visi, misi, dan program kerja kepada publik melalui mekanisme yang disiapkan panitia.
Nomor Urut Bakal Calon Rektor Unsil:
8. Prof. Dr. Eng. Ir. Aripin, IPU., ASEAN Eng. (Unsil).
7. Dr. Asep Suryana Abdurrahman S.Pd., M.Kes. (Unsil).
3. Dr. Nana, M.Pd. (Unsil).
6. Dr. Ai Sri Kosnayani, S.Pd., M.Si. (Unsil).
1. Dr. Ade Rustiana, Drs., M.Si. (Unsil).
5. Dr. Acep Zoni Saeful Mubarok, M.Ag. (Unsil).
2. Dr. Iman Hilman, M.Pd. (Unsil).
4. Prof. Dr. Nandang Alamsah Deliarnoor, S.H., S.A.P., M.Hum. (Unpad).
Ia menegaskan, seluruh anggota senat berjumlah 35 orang. Maka yang diperebutkan para kandidat adalah 35 suara.
“Ini bukan sekadar kompetisi, tapi ujian kedewasaan institusi perguruan tinggi dalam menjaga keberlanjutan kepemimpinan yang ideal, amanah, dan bermoral,” katanya.
Baca Juga:Kuasa Hukum Korban Eksploitasi Anak Bongkar Fakta Lain: UPTD PPA Kota Tasikmalaya Tak Pernah DampingiKarena Endorse Rp500 Ribu! Kasus SL Menunggu P21: dari Konten ke Berkas Kejaksaan Kota Tasikmalaya
Ia menyebut pengambilan nomor urut bukan hanya prosedur teknis, melainkan bagian dari proses pemilihan yang harus transparan, objektif, akuntabel, serta menjunjung etika akademik.
“Kampus bukan arena sulap angka, tapi panggung adu gagasan,” sindirnya.
Rektor Unsil periode 2021–2025, Nundang Busaeri, optimistis seluruh tahapan pemilihan akan berjalan sesuai jadwal yang telah disepakati sejak awal.
