Namun Modena tidak berniat melepas aset berharganya di tengah musim dan lebih memilih menunda diskusi serius hingga bursa transfer musim panas.
Lantas, siapa sebenarnya Yanis Massolin?
Yanis Massolin lahir pada 20 September 2002 di Moulins, Prancis.
Ia memiliki latar belakang keluarga multikultural: ayahnya berasal dari Martinique, sementara ibunya berdarah Aljazair.
Karier sepak bolanya dimulai di AS Moulins, awalnya sebagai striker kedua, sebelum menempuh perjalanan panjang di berbagai klub amatir seperti Thonon Evian, Annemasse, Gaillard, FC Meyrin, FC City, hingga Moulins Yzeure.
Baca Juga:Monaco vs Juventus: Kisah Cinta Paul Pogba Bersama Si Nyonya Tua yang Berakhir Penuh LukaManulife Comvest Suntik Dana Segar Rp11 Triliun, Elliott Management Tinggalkan AC Milan
Perjalanan tersebut membawanya ke Clermont Foot, yang saat itu berlaga di Ligue 1.
Di sanalah Massolin mencicipi debut di level tertinggi sepak bola Prancis, mencatat enam penampilan bersama tim utama meski usianya masih sangat muda.
Pada September 2023, ia mengambil langkah berani dengan bergabung ke Royal Francs Borains, klub kecil di Challenger Pro League, divisi kedua Belgia.
Selama dua musim, ia tampil dalam 43 pertandingan dan mencetak lima gol, sebuah fase penting dalam pendewasaan permainannya.
Musim panas lalu, Modena memboyong Massolin ke Italia dengan investasi sekitar 700 ribu euro atau setara Rp11,9 miliar.
Sejak saat itu, transformasinya semakin jelas. Dari striker kedua, ia berkembang menjadi gelandang modern yang mampu mengisi berbagai peran, sebagaimana digarisbawahi pelatih Andrea Sottil.
Dengan tinggi badan lebih dari 190 cm, Massolin memadukan fisik yang impresif dengan teknik yang halus.
Baca Juga:AC Milan Hubungi Agen Leon Goretzka, Media Italia Peringatkan Sabotase dari Barcelona dan Atletico MadridJuventus Lepas Douglas Luiz ke Aston Villa, Chelsea Gigit Jari
Postur, gaya bermain, dan sikapnya di lapangan kerap membuatnya dibandingkan dengan Adrien Rabiot, perbandingan yang bahkan pernah disinggung oleh agennya sendiri.
Sejak tiba di Modena, Massolin juga bekerja keras meningkatkan aspek taktik dan fisik, termasuk menambah massa otot untuk beradaptasi dengan kerasnya sepak bola Italia.
Setelah melewati fase adaptasi, ia kini mendapat ruang lebih besar di tim utama.
Pada musim 2025/26 sejauh ini, Massolin telah mencatat 13 penampilan di Serie B, ditambah satu laga di Coppa Italia.
Ia juga mencetak satu gol penting, yakni gol penentu dalam hasil imbang 2-2 melawan Frosinone di laga tandang.
Dengan usia muda dan potensi besar, tak heran jika perebutan tanda tangannya diprediksi akan menjadi salah satu saga menarik dalam waktu dekat.
