RADARTASIK.ID – Juventus nyaris saja kembali berhadapan dengan salah satu mantan ikon terbesarnya, Paul Pogba, pada laga terakhir fase liga Liga Champions musim 2025/2026.
Bianconeri asuhan Luciano Spalletti dijadwalkan menghadapi AS Monaco di Stadion Louis II, Kamis (29/1) dini hari WIB, sebuah laga yang menentukan posisi kedua tim menuju fase gugur.
Sayangnya reuni emosional itu harus tertunda, karena Pogba dipastikan absen akibat cedera betis.
Baca Juga:Manulife Comvest Suntik Dana Segar Rp11 Triliun, Elliott Management Tinggalkan AC MilanAC Milan Hubungi Agen Leon Goretzka, Media Italia Peringatkan Sabotase dari Barcelona dan Atletico Madrid
Dalam format baru Liga Champions, hanya tim peringkat 1–8 yang langsung lolos ke babak 16 besar.
Peringkat 9–24 harus melalui babak playoff, dengan tim peringkat 9–16 berstatus unggulan dan peringkat 17–24 sebagai non-unggulan.
Juventus kini berada di posisi ke-15 dan masih termasuk unggulan playoff, sementara Monaco menempati urutan ke-21 dan masuk kategori non-unggulan.
Pemenang babak playoff nantinya akan menyusul delapan tim teratas di fase gugur.
Absennya Pogba membuat duel ini kehilangan satu lapisan cerita emosional.
Gelandang Prancis itu baru tampil sekitar 30 menit dalam tiga laga singkat Ligue 1 musim ini dan kini kembali harus menepi.
Namun pertandingan ini tetap menjadi momen tepat untuk menengok ulang kisah panjang Pogba bersama Juventus—sebuah kisah cinta yang pernah begitu indah, lalu berakhir dengan luka dan penyesalan.
Pogba pertama kali tiba di Turin pada musim panas 2012. Saat itu usianya baru 19 tahun, datang secara gratis dari Manchester United, klub yang gagal melihat potensi besarnya.
Baca Juga:Juventus Lepas Douglas Luiz ke Aston Villa, Chelsea Gigit JariConte Akui Napoli Beda Kasta dengan Chelsea dan Minta Pelatih Juventus "Hati-hati Kalo Bicara"
Juventus, di bawah arahan Antonio Conte, berani mengambil taruhan. Hasilnya luar biasa. Pogba tumbuh pesat, dari pemain mentah menjadi gelandang komplet dengan kombinasi fisik, teknik, dan kepercayaan diri yang jarang dimiliki pemain seusianya.
Periode 2013 hingga 2015 menjadi puncak kejayaan Pogba di Turin.
Bersama Juventus, ia meraih empat gelar Scudetto beruntun, dua Coppa Italia, dan dua Piala Super Italia. Ia menjadi bagian dari lini tengah legendaris bersama Andrea Pirlo, Arturo Vidal, dan Claudio Marchisio.
Gol-gol jarak jauh, aksi eksplosif, serta kepribadiannya yang flamboyan menjadikannya ikon global.
Puncaknya, Pogba membawa Juventus ke final Liga Champions 2015, meski harus puas menjadi runner-up usai kalah dari Barcelona.
