Maksimalkan Pariwisata melalui Kolaborasi Pentahelix, Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Mulai Berbenah

Disparpora Kabupaten Tasikmalaya
Kepala Disparpora Kabupaten Tasikmalaya, Aam Rahmat Slamat saat menerima kunjungan Forum Kewirausahaan Pemuda, Rabu 28 Januari 2026. (Istimewa For Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Tasikmalaya menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam pengembangan sektor pariwisata pada tahun 2026.

Langkah ini dilakukan guna mengoptimalkan potensi wisata daerah sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Kepala Disparpora Kabupaten Tasikmalaya, Aam Rahmat Slamat, mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin stagnan dalam mengelola sektor pariwisata. Tahun 2026 disebut sebagai momentum kebangkitan pariwisata Tasikmalaya dengan pendekatan inovatif dan kolaboratif.

Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona

“Di tahun 2026 ini, Disparpora tentu tidak akan diam saja. Kami punya visi besar bagaimana pariwisata Tasikmalaya bisa lebih maju dan berkontribusi nyata terhadap PAD,” ujarnya kepada Radar, Rabu 28 Januari 2026.

Aam menjelaskan, salah satu strategi utama yang akan dilakukan adalah menggandeng berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix, yakni melibatkan pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, dan media. Menurutnya, keterbatasan anggaran pemerintah daerah membuat kolaborasi menjadi kunci utama.

“Kami akan merangkul sponsor, pihak swasta, mahasiswa, pelaku wisata, tour leader, travel, hingga pemilik jasa wisata. Dukungan juga bisa melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), terutama untuk rehabilitasi dan promosi destinasi wisata,” jelasnya.

Selain itu, Disparpora juga tengah menyiapkan kalender kegiatan wisata yang terintegrasi dengan berbagai destinasi unggulan. Salah satu yang akan terus dikembangkan adalah kawasan Gunung Galunggung, termasuk event-event tematik seperti memorial Galunggung untuk menarik wisatawan.

Namun demikian, Aam mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengelolaan pariwisata, mulai dari rendahnya kunjungan wisata, keterbatasan fasilitas penunjang, hingga sistem pembayaran retribusi yang masih manual dan rawan kebocoran PAD.

“Masih banyak kebocoran PAD yang harus kita benahi. Ke depan, sistem pembayaran akan kita tata agar lebih transparan dan akuntabel,” tegasnya.

Sebagai langkah strategis, mulai tahun 2026 pengelolaan Objek Wisata Gunung Galunggung akan diambil alih oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni PT Abhyakta Dharma Yasa. Disparpora akan berperan sebagai pembina.

Baca Juga:Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aldira Yusup Soroti Penutupan Tambang Emas: WPR Belum Dirasakan Rakyat!Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Salurkan 2.500 kWh Listrik Gratis untuk Warga Kurang Mampu di Tasikmalaya

“Untuk Gunung Galunggung, pengelolaannya akan ditangani BUMD. Kami di Disparpora hanya sebagai pembina,” kata Aam.

0 Komentar