Lomba Mewarnai PAUD dan TK di Cisurupan Jadi Sarana Edukasi Konservasi Lingkungan dan Kukang

lomba mewarnai
Siswa PAUD dan TK mengikuti kegiatan lomba mewarnai di Desa Pangauban, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Rabu (28/1/2026). (Agi Sugiana/radartasik.id)
0 Komentar

GARUT, RADARTASIK.ID – Little Fireface Project bersama Desa Pangauban menggelar lomba mewarnai tingkat Kecamatan Cisurupan bagi siswa PAUD dan TK. Kegiatan berlangsung di Bale Pinton Desa Pangauban.

Ketua pelaksana kegiatan Aisy Ainiyya Afif mengatakan, lomba digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Internasional.

“Kita pelaksanannya dalam rangka Hari Pendidikan Internasional dan Hari Primata Indonesia,” ucapnya, Rabu (28/1/2026).

Baca Juga:Logay, Nama yang Terlalu Banyak Gaya!Wajah Baru Pengurus PAC PDIP Tamansari, Imam Mulyana Isi Kursi Sekretaris

Kegiatan juga dilatarbelakangi wujud nyata dukungan Pemerintah Desa Pangauban melalui karang taruna dalam mendukung konservasi lingkungan di sekitar Desa Pangauban terutama Desa Cipaganti.

Ia menyampaikan, peserta lomba adalah siswa-siswi dari berbagai sekolah PAUD dan TK di Kecamatan Cisurupan. Terdiri dari sembilan PAUD dan sembilan TK.

Aisy menuturkan, lomba diselenggarakan sebagai upaya mengedukasi siswa terkait dengan konservasi.

“Tentunya untuk menyebarluaskan paham tentang konservasi, terutama konservasi kukang,” katanya.

Selain itu, menyebarluaskan dan mengedukasi konservasi satwa endemik jawa yang bisa dijumpai sehari-hari di sekitar masyarakat, khususnya di Kabupaten Garut.

“Sangat antusias, karena estimasi perkiraan kita awalnya yang mengikuti hanya sekitar 100 peserta, tapi ternyata antusias peserta sangat baik dan peserta lebih dari itu sampai 305 peserta,” katanya.

Ia berharap dengan kegiatan ini para siswa bisa semakin memahami dan mengenal satwa di sekitarnya serta bisa bersama-sama menjaga lingkungan.

“Harapannya, adik-adik PAUD dan TK bisa kenal dengan satwa di sekitar mereka, terutama kukang gitu, dan juga bisa bersama-sama menjaga serta melestarikan lingkungan,” harapnya.

Baca Juga:Kiai Miftah Fauzi Membaca Ulang Kota Tasikmalaya!Gansa Persada MAN 1 Tasikmalaya Raih Juara 3 Paduan Suara Priangan Timur

Salah seorang orang tua murid Lefana Asgarina mengaku senang dengan kegiatan ini. “Karena Kegiatan mewarnai yang menyenangkan dan sederhana ini dapat membantu perkembangan anak,” katanya.

Kemudian mewarnai juga dapat dijadikan sebagai kegiatan mengekspresikan diri anak, mengenalkan perbedaan warna, meningkatkan konsentrasi, mengembangkan kemampuan motorik dan juga membuat anak menjadi happy.

Selain itu, ia mengatakan dengan kegiatan ini anak-anak jadi mendapatkan ilmu baru khususnya kaitan dengan konservasi alam dan bagaimana menjaga lingkungan.

“Anak-anak juga jadi punya pengetahuan dan wawasan baru tentang konservasi terutama konservasi yang ada di lingkungan sekitar,” pungkasnya. (Agi Sugiana)

0 Komentar