Namun ia menutup rapat celah konflik kepentingan. Silaturahmi, katanya, tidak boleh mengaburkan hukum.
Di akhir, Viman mengingatkan satu hal penting, citra kota. Ia menginstruksikan Diskominfo memperkuat literasi digital. Mengedukasi warga. Menjelaskan batas etika. Mengawal ruang maya agar tidak menjadi ladang pelanggaran.
“Mari bersama-sama menjaga ruang media sosial agar Kota Tasikmalaya tetap punya citra positif di tingkat nasional,” katanya.
Baca Juga:Wajah Baru Pengurus PAC PDIP Tamansari, Imam Mulyana Isi Kursi SekretarisKiai Miftah Fauzi Membaca Ulang Kota Tasikmalaya!
Karena hari ini, masalahnya bukan hanya satu konten kreator. Bukan hanya satu kasus.
Ini tentang bagaimana sebuah kota belajar: bahwa popularitas tak boleh mengalahkan nurani. Dan bahwa negara—sekecil apa pun kotanya—harus hadir saat anak-anak menjadi taruhan. (red)
