Pembinaan Riset yang Konsisten dan Terarah, Strategi Mahasiswa Unsil Tembus Jurnal Internasional

BIMBINGAN
Sejumlah mahasiswa Unsil saat mengikuti bimbingan dari Andhy Romdani, dosen Teknik Sipil Unsil.
0 Komentar

Pendekatan pembinaan riset yang diterapkan penulis 15 buku itu tercermin dari capaian sejumlah mahasiswa bimbingannya yang berhasil menembus jurnal internasional bereputasi.

Salah satunya adalah Fahmi Rahmat Amanulloh, mahasiswa Teknik Sipil Universitas Siliwangi, yang memublikasikan penelitiannya di Journal of Water & Climate Change (Q2) terbitan IWA Publishing, Inggris, pada Agustus 2024.

Penelitian tersebut mengkaji dampak peristiwa La Niña ekstrem 2022 dan debit sungai tinggi terhadap proses morfo-hidrodinamika di pesisir selatan Jawa Barat dengan memanfaatkan pemodelan numerik dan analisis data iklim global.

Baca Juga:Sharp Perkuat SDM Masa Depan Lewat Program Pendidikan Vokasi Sharp ClassSajikan Chinese Food Bercita Rasa Lokal, Ta Wan Restaurant Resmi Buka di Plaza Asia Tasikmalaya

Selain itu, Fahmi bersama tim juga berhasil menembus jurnal Natural Hazards Research (Q1) terbitan Elsevier melalui riset yang menganalisis pengaruh variabilitas iklim ENSO terhadap banjir pesisir di wilayah Brebes.

Studi tersebut menunjukkan bahwa fase ENSO netral justru menghasilkan dampak banjir paling signifikan dibanding fase ekstrem, temuan yang memperkaya literatur kebencanaan pesisir.

Muhammad Raka El Ghifari, juga mencatatkan publikasi di International Journal of River Basin Management (Q2) terbitan Taylor & Francis, Inggris.

Penelitiannya mengintegrasikan pemodelan hidrodinamika dua dimensi dengan penilaian bahaya banjir terhadap manusia sebagai dasar mitigasi risiko banjir di Daerah Aliran Sungai Pemali, Jawa Tengah.

Menurut Andhy, keberhasilan mahasiswa menembus jurnal internasional bukan sekadar capaian individu, melainkan hasil dari proses pendampingan yang kolaboratif antara dosen dan mahasiswa.

“Keberhasilan dosen bukan diukur dari banyaknya publikasi pribadi, tetapi ketika melihat mahasiswanya mampu berdiri sejajar dan bahkan melampaui capaian akademik dosennya di tingkat internasional,” pungkasnya. (Fitriah Widayanti)

0 Komentar