Kontingen Seni Kota Tasikmalaya Tantang 20 Negara di Thailand, Diky Candra: Berani Tampil Tulus

kontingen seni Kota Tasikmalaya tampil di Thailand
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra menyalami para kontingen Sanggar Tari Dewa Motekar di halaman Kantor Disporabudpar, Selasa (27/1/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Kontingen Sanggar Tari Dewa Motekar kembali membawa nama Kota Tasikmalaya ke panggung internasional.

Mereka dilepas untuk mengikuti ajang kompetisi dan pertukaran budaya di Thailand, Festival Cultural Exchange Internasional, Selasa (27/1/2026), dengan misi utama: unjuk seni dan bertukar kebudayaan dengan puluhan negara.

Pimpinan Sanggar Dewa Motekar, Chris Novika Supardi, M.Pd, menyebut keberangkatan kali ini merupakan yang kelima kalinya difasilitasi melalui jalur Komite Kedutaan.

Misi kontingen tetap sama, yakni mengikuti kompetisi sekaligus cultural exchange.

Baca Juga:DPRD Sentil Inspektorat Kota Tasikmalaya: Pengawasan Itu Bukan Seni Salah PahamDugaan Child Grooming Content Creator Menggema di Kota Tasikmalaya, RKI: Anak Bukan Bahan Konten 

“Pesertanya sekitar 20 sampai 30 negara. ASEAN pasti ada semua. Tahun-tahun sebelumnya ada Rusia, Polandia, Korea Selatan. Tahun ini Insyaallah juga beragam,” kata Chris, usai Upacara Pelepasan di halaman Kantor Disporsbudpar, Selasa (27/1/2026).

Dalam ajang tersebut, Sanggar Tari Dewa Motekar akan memperkenalkan identitas budaya Sunda melalui pertunjukan busana adat dan tarian tradisional.

Untuk fashion show, mereka menampilkan pakaian adat jajaka dan mojang.

Sementara untuk seni tari, tiga repertoar disiapkan: Ronggeng Kaladaru, Jaipong Jalatunda, dan Tari Saman.

Menurut Chris, pesaing terberat selama ini selalu datang dari Filipina dan Thailand sebagai tuan rumah.

Thailand unggul dari sisi properti panggung yang besar, sementara Filipina biasanya mengirim delegasi dari universitas seni.

“Mereka dari jurusan seni, kami hanya pecinta seni. Tapi kami tetap optimistis. Targetnya best performance bisa kembali ke tangan Kota Tasikmalaya,” terangnya.

Kegiatan internasional ini akan digelar di Surindra Rajabhat University, sekitar delapan jam perjalanan darat dari Bangkok.

Baca Juga:Kasus Konten Viral di Tasikmalaya Masuk Pendalaman, Polisi: Terlapor Akui Posting Video Seragam SekolahPelayanan Umum Jalan, Pasien BPJS Tertahan: RS Dewi Sartika Kota Tasikmalaya Diduga Terjebak Polemik

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, menilai kontingen seni ini sudah berkali-kali membuktikan bahwa Kota Tasikmalaya tidak miskin prestasi.

Ia mengakui justru para seniman yang lebih dulu mengharumkan nama daerah dibandingkan pemerintahnya sendiri.

“Mereka sudah mencetak nama baik Kota Tasikmalaya di luar negeri. Saya hormat kepada mereka. Jangan sampai kita mengira Tasik tidak punya prestasi, padahal banyak warganya dikenal sampai internasional,” tuturnya.

Diky menyebut selain Sanggar Tari Dewa Motekar, ada banyak potensi seni dan budaya Kota Tasikmalaya yang telah tampil di luar negeri, mulai dari kelompok musik tradisi hingga atlet nasional.

0 Komentar