Kepemimpinan juga soal keberanian berhenti sejenak. Mendengarkan. Membuka hati.
“Buka lah hatimu, Wali Kota,” ujar seorang guru lirih. “Anda jago berlari di jalanan. Kenapa tidak jago berlari mendengarkan aspirasi publik?”
Pertanyaan itu menggantung di udara Kota Tasikmalaya. Dan sampai hari ini, para guru masih menunggu jawabannya. (red)
