TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cikunten, Singaparna, meresmikan Dapur Pesantren Cintawana yang berlokasi di Kampung Cintawana, Desa Cikunten, Kecamatan Singaparna, Selasa (27/1/2026). Program ini terlaksana melalui kerja sama dengan Yayasan Satuan Komando Kesejahteraan Prajurit (SKKP).
Pembukaan Dapur Pesantren Cintawana merupakan bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan program nasional yang berorientasi pada peningkatan gizi masyarakat, khususnya anak-anak termasuk santri di lingkungan pesantren.
PIC SPPG Cikunten Singaparna Pesantren Cintawana, DR KH Zainur Rofiq MHum, menyampaikan bahwa keberadaan dapur ini diharapkan mampu mendorong kemandirian pesantren, terutama dari sisi ekonomi, sekaligus meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat.
Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona
“Termasuk dapat membawa keberkahan, kebaikan dan dapat mengangkat ekonomi pesantren, juga menunjang gizi santri di pesantren,” ungkap KH Zainur.
Ketua Yayasan Pesantren Cintawana, KH Irvan Hilmi LC MAg, menjelaskan bahwa penerima manfaat Dapur Pesantren Cintawana berasal dari seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Pesantren Cintawana, mulai dari TK, SD, MTS, SMP, SMA hingga SMK.
“Jadi total penerima manfaat Dapur Pesantren Cintawana ini dari mulai lembaga pendidikan di bawah Yayasan Pesantren Cintawana dan untuk B3 atau Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita itu kurang lebih 2.700 sampai 3.000 porsi MBG maksimalnya,” terang Irvan.
Ia menambahkan, pendirian dapur tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Yayasan SKKP yang telah berpengalaman dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bangunan Dapur Pesantren Cintawana sendiri berdiri di atas tanah wakaf yang disediakan oleh Yayasan Pesantren Cintawana.
Irvan berharap keberadaan dapur ini dapat menjadi titik balik dalam membangun kemandirian ekonomi pesantren. “Jadi pesantren itu harus dibangun dari perkembangan dan kemandirian ekonomi,” kata dia.
Dalam operasionalnya, Dapur Pesantren Cintawana mempekerjakan sekitar 50 orang, yang terdiri atas satu ahli gizi, chef, asisten lapangan, serta akuntan bersertifikat. Sementara tenaga kerja lainnya direkrut dari masyarakat sekitar Kampung Cintawana, Desa Cikunten, Kecamatan Singaparna.
Ketua Yayasan Satuan Komando Kesejahteraan Prajurit (SKKP), Brigjen Hilman, menyampaikan bahwa kerja sama ini bertujuan memenuhi kebutuhan MBG bagi masyarakat dan santri, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
