Conte melanjutkan, di Inggris atau klub seperti Real Madrid, investasi besar pada pemain muda sudah menjadi hal biasa.
“Mereka bisa membeli Vinicius saat berusia 17 tahun dengan harga 70 juta euro. Lalu orang berkata mereka berinvestasi pada pemain muda,” jelasnya.
“Siapa di Italia yang bisa menaruh 70 juta euro untuk pemain 16 tahun? Kadang ada pembicaraan yang tidak sesuai kenyataan. Realitasnya, ada liga-liga seperti Inggris yang mampu melakukan itu, dan silakan saja,” sindirnya.
Baca Juga:Liga Champions Halangi Langkah Perisic Pulang ke Inter MilanMedia Italia: AC Milan Akan Jual Nkunku Jika Ada yang Mau Bayar Rp595 Miliar
Meski demikian, Conte menegaskan Napoli tetap optimistis. Ia mengingatkan bahwa timnya tiba di laga terakhir dengan peluang lolos setelah melewati delapan pertandingan.
“Kami ingin terus melaju karena ini soal prestise dan etalase klub. Rintangannya sangat tinggi, apalagi kami menghadapi semua ini dengan skuad yang tipis. Jika liga dimulai hari ini, banyak orang akan menempatkan Napoli di posisi delapan hingga sepuluh,” ungkapnya.
“Tapi kami ingin bertarung dan mengejutkan, seperti saat kami menjuarai Piala Super di Arab Saudi dengan mengalahkan Inter, Milan, dan Bologna. Namun dalam jangka panjang, situasi seperti ini pasti ada harganya,” tambahnya.
Ketegangan memuncak ketika Conte dimintai tanggapan soal pernyataan Luciano Spalletti—pelatih Juventus—usai laga akhir pekan.
Spalletti disebut mengatakan bahwa kemenangan atas “mantan juara Italia” memberi keyakinan lebih bagi timnya.
“Saya tidak yakin dia benar-benar mengatakan itu, tapi jika iya, itu pernyataan yang tidak pantas,” tegas Conte.
“Harus ada rasa hormat. Saya tidak akan pernah mengizinkan diri saya berkata seperti itu. Luciano adalah pelatih yang sangat bagus, tapi dia harus lebih berhati-hati saat berbicara,” kecamnya.
Baca Juga:Lazio Semakin Terpuruk, Lotito Larang Romagnoli Hengkang dan Datangkan Edoardo Motta serta Daniel MaldiniGagal Datangkan En-Nesyri, Juventus Ingin Bawa Pulang Striker Buangan PSG
“Mungkin dia melihat kami sangat buruk sampai-sampai ‘mencopot’ scudetto dari kami. Itu disayangkan, karena kami bekerja keras untuk ‘menjahitnya’. Saya ucapkan semoga sukses untuknya,” pungkasnya.
Pernyataan Conte menambah panas jelang laga besar Napoli kontra Chelsea—pertarungan yang bukan hanya menentukan nasib di Liga Champions, tetapi juga membuka kembali rivalitas dan perdebatan lama di sepak bola Italia.
