Tiga Gunung di Kota Tasikmalaya Dikeruk, Tambang Bungursari Minim Izin dan Pengawasan

tiga gunung dikeruk di Kota Tasikmalaya
Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Fraksi PDI-Perjuangan, Kepler Sianturi, saat menyidak aktivitas galian tambang pasir di Bungursari, Senin (26/1/2026). Ayu Sabrina / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Sorotan lebih keras datang dari DPRD Kota Tasikmalaya.

Dalam sidak lapangan itu, anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, Kepler Sianturi menemukan lokasi galian yang berjarak sangat dekat dengan permukiman warga.

Bahkan terdapat rumah penampungan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang posisinya kurang dari 10 meter dari titik pengerukan di Kampung Rancabendem, RT 1 RW 5 Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari.

“Saya sebagai anggota DPRD Kota Tasikmalaya Dapil 1, Fraksi PDI-Perjuangan, saat ini memastikan hasil kesepakatan yang telah dilakukan oleh pemkot dan pelaku tambang,” tuturnya.

Baca Juga:Dugaan Child Grooming Content Creator Menggema di Kota Tasikmalaya, RKI: Anak Bukan Bahan Konten Kasus Konten Viral di Tasikmalaya Masuk Pendalaman, Polisi: Terlapor Akui Posting Video Seragam Sekolah

“Di antaranya membahas soal dampak jalur ke sukalaksana, yang dikeluhkan warga rusak. Kami tadi memastikan jalur-jalurnya. Kami juga diintruksikan ibu Megawati agar di daerah tidak terjadi seperti apa yang terjadi di Cisarua,” sambungnya.

Fenomena tiga gunung yang dikeruk serempak menelanjangi persoalan tata kelola sumber daya alam di tingkat lokal.

Di satu sisi, tambang disebut memberi kontribusi ekonomi dan pasokan material konstruksi.

Di sisi lain, lemahnya pendataan, pengawasan, dan penegakan aturan membuat aktivitas ekstraktif berjalan di ruang abu-abu.

Warga pun berada di posisi paling depan menanggung risikonya: jalan rusak, debu, ancaman longsor, dan ketidakpastian keselamatan.

Sementara alat berat terus bekerja, pertanyaan soal izin dan lingkungan masih menunggu jawaban. (ayu sabrina barokah)

0 Komentar