Meski demikian, kontroversi itu tak cukup untuk menutupi keunggulan Juventus.
Di Gregorio tampil sigap mengawal gawang, sementara lini belakang mampu meredam tekanan Napoli.
Duel lini tengah antara Locatelli-Thuram melawan McTominay-Lobotka dimenangkan hampir sepenuhnya oleh Bianconeri, menjadi kunci dominasi permainan.
Gol pembuka mengubah arah laga, gol kedua mematikan perlawanan, dan gol ketiga mengukuhkan supremasi Juventus.
Baca Juga:AS Roma vs AC Milan: Reuni Malen dan Fullkrug yang Hampir Raih Gelar Liga ChampionsCafu: AC Milan Bisa Memenangkan Liga Champions, AS Roma Akan Meraih Scudetto
Sabatini menyimpulkan kemenangan ini sebagai pernyataan keras: Juventus kembali menjadi kekuatan yang otoritatif dan meyakinkan di Serie A.
Bagi Napoli, malam itu adalah momen perpisahan dengan Scudetto.
Bahkan lebih dari itu, bayang-bayang kegagalan di Liga Champions yang menanti di tengah pekan membuat musim ini berpotensi berakhir dengan rasa pahit, meski absennya banyak pemain kunci menjadi pembelaan yang masuk akal.
