BANJAR, RADARTASIK.ID – Permasalahan penanganan sosial, khususnya orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Banjar dinilai masih belum maksimal. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar tidak menganggarkan untuk penanganan ODGJ.
“Di kita (Pemkot Banjar) tidak ada anggaran khusus untuk penanganan ODGJ (orang dengan gangguan jiwa),” ucap Kepala DinsosP3A Kota Banjar, Hani Supartini, Senin (26/1/2026).
Karena tidak adanya anggaran tersebut, pihaknya bekerja sama dengan Baznas Kota Banjar untuk membantu memberikan jaminan hidup (makan dan minum) selama satu bulan.
Baca Juga:Wajah Baru Pengurus PAC PDIP Tamansari, Imam Mulyana Isi Kursi SekretarisKiai Miftah Fauzi Membaca Ulang Kota Tasikmalaya!
Namun untuk mendapatkan itu, harus jelas identitasnya, kondisi kejiwaannya masih terganggu atau tidak. Memiliki sanak keluarga atau tidak.
“Kita juga meminta persetujuan dari pihak keluarganya, mampu atau tidak merawatnya. Kalau tidak, kita serahkan ke lembaga rehab. Otomatis kan perlu biaya hidup, kita minta bantuan Baznas,” ujarnya.
Diakuinya, berdasarkan data yang ada terdapat ODGJ tanpa identitas yang mendapatkan pelayanan. Dan masih ada 16 orang lagi yang dititipkan di lembaga rehab, sisanya sudah kembali ke keluarganya.
Menurutnya, besaran jaminan hidup bagi ODGJ dari Baznas sebesar Rp600 ribu per bulan yang diserahkan ke lembaga rehab.
“Kita minta bantuan ke Baznas, karena ingin memanusiakan manusia. Mereka (ODGJ) juga manusia yang dapat perhatian,
Sementara itu, Ketua Baznas Kota Banjar H Undang Munawar mengatakan, terdapat 21 ODGJ tanpa identitas yang mendapat jaminan hidup.
“Sejauh ini tidak ada penurunan (pengurangan bantuan), hanya saja ke depan yang ter-cover bantuan ODGJ yang memiliki identitas,” pungkasnya.
Baca Juga:Gansa Persada MAN 1 Tasikmalaya Raih Juara 3 Paduan Suara Priangan TimurVonis Endang Juta Jauh dari Tuntutan, Kejati Jabar Ajukan Banding
Diakuinya, hal tersebut supaya memudahkan data penerima bantuan. Jika masih belum ada identitasnya, pihaknya akan mengecualikan ketika dirasa sulit mencari identitasnya. (Anto Sugiarto)
