RADARTASIK.ID – Dunia sepak bola kembali diwarnai kisah tak lazim. Kali ini datang dari Rusia, tepatnya dari klub FC Sochi.
Seorang pelatih top asal Spanyol, Robert Moreno, dikabarkan kehilangan pekerjaannya bukan karena rentetan hasil buruk semata, melainkan karena terlalu mengandalkan kecerdasan buatan alias ChatGPT dalam pekerjaannya.
Pertanyaannya terdengar seperti lelucon zaman modern: bisakah seorang pelatih dipecat karena ChatGPT? Jawabannya, menurut pengakuan mantan petinggi Sochi, adalah iya.
Nama Robert Moreno sejatinya bukan figur sembarangan.
Baca Juga:Ambrosini Kritik Penyerang AC Milan Saat Lawan AS Roma: Mereka Selalu Diselamatkan MaignanJurnalis Italia Tuding Sindiran Fabregas ke Allegri Salah Alamat: Sepak Bola Bukan Hanya Soal Main Cantik
Ia pernah menjadi pelatih tim nasional Spanyol, meski hanya dalam periode singkat, dan dikenal luas sebagai tangan kanan Luis Enrique selama bertahun-tahun.
Moreno mengikuti Luis Enrique dari Celta de Vigo, AS Roma, hingga Barcelona—di mana mereka meraih treble bersejarah—dan kemudian berlanjut ke timnas Spanyol.
Namun kisah di Sochi justru berakhir aneh dan kontroversial.
Andrei Orlov, mantan direktur umum FC Sochi, mengungkapkan secara terbuka alasan di balik pemecatan Moreno.
Menurut Orlov, sang pelatih terlalu bergantung pada kecerdasan buatan dalam hampir semua aspek pekerjaan teknis maupun non-teknis.
Moreno disebut menggunakan AI untuk menyusun susunan pemain, menentukan pergantian pemain saat pertandingan, hingga merancang metode motivasi yang tidak lazim.
Salah satu contoh yang paling disorot adalah kebiasaannya membangunkan seluruh tim pada pukul 05.00 pagi sebagai bagian dari pendekatan psikologis dan disiplin.
Tak berhenti di situ, AI juga disebut ikut “dilibatkan” dalam urusan logistik dan manajerial. Mulai dari pengaturan perjalanan tim, perencanaan jadwal, hingga proses perekrutan pemain baru, semuanya diduga berbasis rekomendasi kecerdasan buatan.
Baca Juga:Komisi Agen Salah Satu Penyebab Juventus Batal Rekrut En-NesyriAS Roma Gagal Kalahkan AC Milan: Inter dan Juventus Tersenyum Lebar
“Secara teori semuanya tampak sempurna. Tapi saya bertanya-tanya, berapa banyak tidur yang bisa mereka dapatkan setelah perjalanan tanpa henti selama 28 jam?” ujar Orlov, menyindir pendekatan Moreno yang dinilainya terlalu mekanis dan minim sentuhan manusia.
Di mata manajemen Sochi, metode tersebut dianggap melampaui batas.
Bukan karena penggunaan teknologi itu sendiri, melainkan karena Moreno dinilai kehilangan keseimbangan antara analisis data dan realitas manusia di ruang ganti.
