BANJAR, RADARTASIK.ID – Lurah Hegarsari, Angga Tripermana, mengapresiasi upaya warga RW 07 Kebon Kelapa yang melakukan perbaikan jalan secara swadaya dan bergotong royong.
Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan kepedulian warga terhadap kondisi lingkungan sekitar.
“Kami (Pemerintah Kelurahan Hegarsari) apresiasi warga yang sudah melaksanakan perbaikan jalan alternatif (lingkungan),” ucapnya, Senin (26/1/2026).
Angga menjelaskan, pemerintah kelurahan sebenarnya telah mengusulkan perbaikan jalan tersebut kepada Pemerintah Kota Banjar.
Baca Juga:Wajah Baru Pengurus PAC PDIP Tamansari, Imam Mulyana Isi Kursi SekretarisKiai Miftah Fauzi Membaca Ulang Kota Tasikmalaya!
Namun, hingga kini belum terealisasi karena terkendala status aset jalan yang merupakan milik PT KAI.
“Kalau diusulkan sudah, tapi kendalanya itu aset milik PT KAI. Sempat fasilitasi untuk komunikasi ke KAI bersama lembaga tapi belum ada perkembangan lagi,” jelasnya.
Ia mengakui, sejak dirinya menjabat sebagai Lurah Hegarsari pada 2024 hingga sekarang, kondisi jalan tersebut sudah rusak dan berlubang.
Padahal, jalan itu merupakan jalur alternatif yang cukup vital bagi warga dari wilayah Pataruman dan sekitarnya menuju Pasar Banjar maupun pusat kota.
Sebelumnya, warga RW 07 Kebon Kelapa, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, bergotong royong memperbaiki jalan alternatif menuju Pasar Banjar pada Minggu (25/1/2026).
Tokoh masyarakat setempat, H Dede Aridi, mengatakan inisiatif tersebut muncul dari kepedulian warga terhadap kondisi jalan yang dinilai sudah lama memprihatinkan.
“Kondisi jalan yang sudah lama rusak dan berlubang cukup memprihatinkan, apalagi saat hujan turun jalan sering menjadi licin dan sangat berisiko bagi para pengendara motor,” ucapnya.
Baca Juga:Gansa Persada MAN 1 Tasikmalaya Raih Juara 3 Paduan Suara Priangan TimurVonis Endang Juta Jauh dari Tuntutan, Kejati Jabar Ajukan Banding
Melihat kondisi tersebut, H Dede bersama warga lainnya berinisiatif melakukan perbaikan jalan secara swadaya.
Ia menilai, jika hanya menunggu perbaikan dari pemerintah tanpa kepastian waktu, dikhawatirkan akan menimbulkan korban kecelakaan.
“Kami tidak tahu kapan perbaikan akan dilakukan oleh pemerintah, kalau hanya menunggu mau sampai kapan mending kita gotong royong,” jelasnya. (Anto Sugiarto)
