Para guru ini memilih cara paling hening untuk berjuang, tetap mengajar, sambil menuntut keadilan.
Aksi damai ini mereka harapkan menjadi pemantik daerah lain. Bukan untuk kerusuhan. Tapi untuk kesadaran.
Karena di republik ini, sering kali program baru lebih cepat dewasa, sementara pengabdian lama dibiarkan menua sendiri.
Baca Juga:Dugaan Child Grooming Content Creator Menggema di Kota Tasikmalaya, RKI: Anak Bukan Bahan Konten Kasus Konten Viral di Tasikmalaya Masuk Pendalaman, Polisi: Terlapor Akui Posting Video Seragam Sekolah
Di depan Bale Kota itu, ratusan guru tidak meminta kemewahan. Mereka hanya ingin diakui sebagai manusia yang layak dihargai, bukan sekadar angka di laporan tahunan.
Dan seperti biasa, mereka pulang lebih dulu. Karena besok pagi, ada kelas yang menunggu. (firgiawan)
