Polisi kini memfokuskan pemeriksaan pada penguatan keterangan saksi-saksi lain sebelum kembali memanggil pihak yang diduga sebagai pelaku.
“Yang pasti kami perdalam dulu keterangan saksi lain sebagai bahan untuk pemeriksaan berikutnya terhadap terduga pelaku,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, dugaan kasus eksploitasi dan pencabulan yang menyeret seorang konten kreator lokal di Kota Tasikmalaya mulai memasuki tahap pemeriksaan saksi dan korban di Polres Tasikmalaya Kota.
Baca Juga:Pelayanan Umum Jalan, Pasien BPJS Tertahan: RS Dewi Sartika Kota Tasikmalaya Diduga Terjebak PolemikInspektur Kota Tasikmalaya Baru Tahu Pola “Mediasi” Usai Pemeriksaan: Jika Tak Bersalah, Tak Perlu Dibereskan
Kasus ini mencuat setelah viralnya konten bertema “pacar bayaran” yang melibatkan pelajar dan menuai kecaman publik. Mayoritas korban diketahui masih di bawah umur.
Proses hukum masih berjalan. Aparat penegak hukum kini memegang kendali penuh untuk memilah: mana konten hiburan dan mana yang diduga melanggar hukum.
Semua pihak yang terlibat tetap dilindungi asas praduga tak bersalah. Namun, di Kota Tasikmalaya, kamera ponsel kini tak lagi sekadar alat hiburan—ia bisa menjadi barang bukti. (rezza rizaldi)
