“Sepak bola, pada dasarnya, selalu ditentukan oleh para pemain. Di hampir seluruh dunia, prinsip ini diterima sebagai keniscayaan. Kecuali, barangkali, di Italia—tempat perdebatan filosofi kerap lebih nyaring daripada penghargaan terhadap hasil dan konteks,” pungkasnya.
Sepak bola bukan sekadar soal main cantik, tetapi soal membaca situasi, memaksimalkan pemain, dan—pada level tertinggi—menang.
Dan selama kemenangan tetap menjadi tujuan utama, setiap jalan yang sah untuk mencapainya pantas mendapatkan respek.
