RADARTASIK.ID – AC Milan mulai bergerak agresif menyusun kekuatan untuk musim depan.
Fokus utama Rossoneri kali ini adalah lini pertahanan, dan satu nama mencuat sebagai target prioritas: Mario Gila, bek andalan Lazio yang tampil konsisten dalam dua musim terakhir.
Keseriusan Milan terlihat jelas, bahkan CEO klub, Giorgio Furlani, dikabarkan turun langsung memimpin negosiasi.
Baca Juga:Mantan Asisten Pelatih AS Roma Dipecat karena ChatGPTAmbrosini Kritik Penyerang AC Milan Saat Lawan AS Roma: Mereka Selalu Diselamatkan Maignan
Mario Gila menjadi sosok yang “disetujui semua pihak” di internal Milan.
Direktur olahraga Igli Tare sudah mengenalnya dengan sangat baik, mengingat dialah yang memboyong Gila ke Lazio pada 2022 dari Real Madrid Castilla dengan biaya hanya €5 juta, atau sekitar Rp85 miliar (kurs €1 = Rp17.000).
Kini, dua tahun berselang, nilai sang bek melonjak tajam.
Pelatih Massimiliano Allegri juga disebut sangat mengagumi profil Gila.
Bagi Allegri, bek asal Spanyol itu adalah prototipe bek modern: punya kecepatan dan nyaman bermain di ruang terbuka dengan pergerakan diagonal.
Ditambah lagi, postur fisik yang solid serta kemampuan marking yang disiplin membuat Gila cocok untuk berbagai skema pertahanan.
Tak hanya jajaran teknis, pemilik klub pun ikut memberi lampu hijau. Usia Gila yang masih relatif muda membuatnya dianggap sebagai investasi jangka panjang yang menjanjikan.
Milan melihatnya bukan sekadar solusi instan, tetapi pilar pertahanan untuk beberapa musim ke depan.
Kontak awal antara Igli Tare dan agen Mario Gila, Alejandro Camano, sebenarnya sudah terjadi sejak pertengahan Desember lalu.
Baca Juga:Jurnalis Italia Tuding Sindiran Fabregas ke Allegri Salah Alamat: Sepak Bola Bukan Hanya Soal Main CantikKomisi Agen Salah Satu Penyebab Juventus Batal Rekrut En-Nesyri
Saat itu, kedua pihak mulai memetakan situasi sang pemain karena Gila menarik minat Inter Milan serta sejumlah klub Premier League.
Di sisi lain, kontraknya bersama Lazio akan berakhir pada 2027 dan hingga kini belum ada tanda-tanda perpanjangan, kecuali terjadi perkembangan tak terduga.
AC Milan bahkan sempat menanyakan kemungkinan transfer pada bursa musim dingin.
Namun Lazio menutup pintu rapat-rapat.
Setelah menerima pemasukan besar dari penjualan Matteo Guendouzi ke Fenerbahçe dan Valentín Castellanos ke West Ham, Lazio tak lagi berada dalam posisi aman untuk kehilangan pemain kunci di tengah musim yang penuh tekanan dan ketidakpuasan suporter.
