Kasi Tenaga Kerja DPM-PTSP-TK Kabupaten Tasikmalaya Rustiyadi Wartono SIP menambahkan, Seleknas pelatihan bahasa Jepang di setiap daerah bertujuan menjaring tenaga kerja yang berkualitas, kompeten, dan siap bekerja di Jepang.
“Seleksi ini memastikan peserta memiliki dasar bahasa dan fisik yang kuat sebelum diberangkatkan ke Jepang,” kata Tono.
Menurutnya, Seleknas bertujuan memilih kandidat yang memiliki kemampuan bahasa Jepang yang memadai, ketahanan fisik, serta mental yang kuat untuk bekerja di lingkungan Jepang.
Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona
“Dengan pelatihan ini memastikan peserta memahami budaya kerja Jepang, etika, serta norma yang berlaku agar dapat menyesuaikan diri dengan baik di tempat kerja baru,” tambah dia.
Melalui Seleknas resmi ini, LPK memastikan peserta mengikuti jalur magang (jisshusei) maupun kerja (tokutei ginou) yang aman, legal, dan terpercaya. Secara keseluruhan, Seleknas bertujuan mencetak tenaga kerja asal Kabupaten Tasikmalaya yang handal, produktif, dan siap sukses di industri Jepang.
Bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya yang berminat bekerja ke Jepang, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Calon peserta umumnya berusia 18 hingga 30 tahun, meskipun beberapa LPK memiliki kebijakan yang lebih fleksibel.
Latar belakang pendidikan minimal lulusan SMA/SMK atau sederajat. Beberapa program tertentu dapat mensyaratkan pendidikan yang lebih tinggi. Calon peserta juga harus menyiapkan ijazah dan transkrip nilai yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang atau Inggris.
Proses pendaftaran diawali dengan mengisi formulir yang dapat diakses melalui situs resmi dinas terkait atau datang langsung ke kantor LPK di daerah. Dokumen yang harus disiapkan meliputi fotokopi KTP, pas foto terbaru, ijazah dan transkrip nilai, sertifikat kemampuan bahasa, serta surat keterangan sehat.
Setelah dokumen lengkap, peserta akan mengikuti serangkaian tes seleksi, seperti tes kemampuan bahasa, tes wawancara, dan tes kepribadian untuk memastikan kecocokan dengan lingkungan kerja di Jepang.
Dalam proses wawancara, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Jepang atau Inggris akan diuji. Pihak LPK ERAI juga menilai sikap, motivasi, serta kesiapan peserta menghadapi tantangan bekerja di Jepang. Oleh karena itu, calon peserta diimbau mempersiapkan diri secara matang, termasuk memahami budaya dan etos kerja Jepang. (dik)
