AS Roma Gagal Kalahkan AC Milan: Inter dan Juventus Tersenyum Lebar

Lorenzo Pellegrini
Selebrasi Lorenzo Pellegrini usai membobol gawang AC Milan Foto: Tangkapan layar Instagram@officialasroma
0 Komentar

“Roma memainkan babak pertama yang luar biasa,” tulisnya, meski ia juga mempertanyakan sejauh mana dominasi itu dipengaruhi oleh pendekatan Milan yang terlalu bertahan.

Pada babak kedua, laga berjalan lebih seimbang. Namun Sabatini menegaskan bahwa hasil akhir terasa tidak adil bagi tuan rumah.

“Hasil imbang ini terasa terlalu sempit bagi Roma,” tegasnya.

Baca Juga:Daftar Pemain Juventus yang Dipuji Jurnalis Italia Usai Tekuk Napoli 3-0: David Buat Nyonya Tua Busungkan DadaSandro Sabatini: Juventus Singkirkan Napoli dari Persaingan Scudetto

Dari sisi individu, Sabatini memberi catatan positif kepada Malen. Meski tidak mencetak gol, kontribusinya dinilai signifikan dalam permainan Roma.

Sementara dari kubu Milan, perubahan paling terasa justru datang di menit-menit akhir setelah Allegri memasukkan Fullkrug.

“Milan menjadi tim yang berbeda ketika Fullkrug dijadikan titik rujukan di lini depan,” tulis Sabatini, merujuk pada meningkatnya daya tekan Rossoneri setelah striker Jerman itu masuk.

Ia pun melontarkan pertanyaan kritis kepada pelatih Milan, Massimiliano Allegri yang lebi sering memainkan Leao dan Nkunku.

“Apakah tidak sebaiknya Allegri menurunkan Fullkrug sejak awal, ketimbang terus mengandalkan janji-janji yang masih samar dari Nkunku, dan terutama dari Leao?,” pungkasnya.

Hasil imbang ini membuat Roma harus menelan kenyataan pahit: dominasi tanpa kemenangan.

Sementara itu, Inter dan Juventus justru pulang dengan keuntungan besar—tanpa harus turun ke lapangan, posisi mereka di papan klasemen menjadi semakin menguntungkan.

0 Komentar