Kota Tasikmalaya Bidik Diorama dan Arboretum Bambu, Kejar Wisata Edukasi Sekaligus Tambah PAD

pembangunan diorama nusantara di Kota Tasikmalaya
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra melakukan studi banding Diorama Nusantara di Kabupaten Purwakarta, Jumat (23/1/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Kota Tasikmalaya mulai menata mimpi besar di sektor wisata edukasi.

Bukan sekadar taman atau monumen, pemerintah kota menyiapkan dua proyek yang digadang-gadang menjadi etalase sejarah dan alam: pembangunan Diorama Nusantara serta Arboretum Bambu.

Langkah awal dilakukan dengan studi banding ke Diorama Nusantara di Kabupaten Purwakarta, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga:96 Tim Adu Skill Free Fire di Kota Tasikmalaya, FFNS 2026 Buru Bintang Baru EsportGerakan Kader Bugar PKS Kota Tasikmalaya: Sehat Fisik Jadi Modal Kerja Sosial

Dari sana, Pemkot ingin meniru konsep wisata budaya yang tak hanya menyimpan cerita masa lalu, tetapi juga bisa dipungut karcis masa depan.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, menyebut pembangunan diorama dirancang sebagai ruang edukasi sejarah dan kebudayaan Priangan Timur.

Tahun ini, proyek tersebut baru memasuki tahap Feasibility Study (FS).

“Insya Allah tahun ini FS-nya dibuat. Mudah-mudahan bisa selesai sesuai target,” ujarnya, Minggu (25/1/2026).

Diorama itu nantinya tidak hanya berfungsi sebagai museum statis, melainkan destinasi wisata tematik.

Pemkot berharap kehadirannya bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru, di tengah kondisi fiskal yang semakin ketat.

“Kami berharap ini bukan hanya melindungi sejarah dan budaya, tapi juga bisa menambah PAD Kota Tasikmalaya,” terang Diky.

Namun, jalan menuju realisasi tidak sepenuhnya mulus.

Pemerintah kota masih harus berburu anggaran ke pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kebudayaan.

Baca Juga:Dari Lahan ke Harapan: Regenerasi Petani Muda Menguat di Kota TasikmalayaBanjir, Retorika dan Ambisi Dedi Mulyadi Menuju Tahun 2029!

Di tengah kebijakan efisiensi, peluang dana menjadi semacam undian yang harus terus dicoba.

“Di tengah efisiensi, kami tetap ikhtiar mencari dukungan anggaran,” ucapnya.

Tak berhenti di diorama, Kota Tasikmalaya juga menyiapkan wisata edukasi berbasis alam melalui pembangunan Arboretum Bambu di Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi.

Kawasan seluas sekitar 3 hektare itu dirancang sebagai pusat edukasi dan konservasi berbagai jenis bambu.

Proyek arboretum ini digagas Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Lokasi dipilih setelah melalui diskusi dan kajian teknis, termasuk kesesuaian kontur tanah yang dinilai ideal untuk pertumbuhan bambu.

Rencananya, berbagai jenis bambu akan ditanam, termasuk varietas dari luar negeri. Perencanaan teknis ditargetkan rampung pada Februari hingga Maret 2026.

“Untuk tahap pertama, menurut hasil pengecekan tim, pembiayaan akan dibantu oleh provinsi. Mudah-mudahan tahap berikutnya juga bisa berlanjut di tahun 2026 ini,” bebernya.

0 Komentar