Malam itu saya sadar satu hal. Suara bisa berubah tempat. Baju bisa berganti. Jabatan bisa ditinggalkan. Tapi ketegasan berpikir kalau itu lahir dari keyakinan—biasanya tidak pernah berubah. Dan di meja panjang malam itu, suara itu masih sama. (red)
Kiai Miftah Fauzi Membaca Ulang Kota Tasikmalaya!
