RADARTASIK.ID – Juventus bergerak cepat untuk menuntaskan pencarian penyerang nomor 9 anyar mereka.
Manajemen Bianconeri tak ingin proses ini berlarut-larut, terlebih bursa transfer musim dingin akan ditutup pada 2 Februari mendatang.
Youssef En-Nesyri masih menjadi target utama, tetapi keraguan sang pemain membuat Juventus mulai menyiapkan rencana cadangan.
Baca Juga:Siapa Youssef En-Nesyri? Calon Striker Baru Juventus yang Patahkan Rekor Sundulan RonaldoOrlando Ramal Juventus akan Memakan Napoli: Juve Punya Peluang Besar untuk Menang
Dan nama striker idaman AS Roma pun kembali mencuat sebagai opsi serius.
Juventus memang membutuhkan sosok penyerang tengah dengan karakteristik spesifik: berpengalaman di level internasional, matang secara mental, dan mampu menawarkan dimensi berbeda dibandingkan stok penyerang yang sudah dimiliki.
Pelatih Luciano Spalletti disebut ingin sosok target man murni yang bisa menjadi titik tumpu serangan, sekaligus membuka ruang bagi pemain lain di sekitarnya.
Selama beberapa hari terakhir, En-Nesyri berada di posisi terdepan dalam daftar belanja.
Striker timnas Maroko kelahiran 1997 itu dinilai cocok dengan kebutuhan taktis Juventus.
Bahkan, misi direktur olahraga Marco Ottolini ke Turki disebut telah membuahkan hasil signifikan di level klub.
Juven dan Fenerbahce dilaporkan telah mencapai kesepakatan penuh untuk membawanya ke Italia.
Baca Juga:AC Milan Jadi Batu Sandungan Juventus Datangkan Sandro TonaliReal Madrid Klub dengan Pendapatan Terbesar di Dunia, Inter dan AC Milan Masuk 15 Besar
Skema yang disusun berupa pinjaman senilai 5 juta euro atau sekitar Rp85 miliar, disertai opsi pembelian permanen sebesar 19 juta euro yang dapat diaktifkan pada Juni mendatang.
Jika ditotal, potensi nilai transfer En-Nesyri mencapai 24 juta euro, setara kurang lebih Rp408 miliar dengan kurs €1 = Rp17.000.
Secara administratif, nyaris tak ada hambatan. Namun, satu faktor krusial masih menggantung: persetujuan dari sang pemain.
En-Nesyri memilih untuk tidak langsung mengiyakan tawaran Juventus dan meminta waktu untuk mempertimbangkan masa depannya dengan matang.
Ada dua alasan utama di balik sikap tersebut.
Pertama, En-Nesyri disebut lebih menyukai solusi yang memberikan jaminan status permanen sejak awal, bukan sekadar pinjaman dengan opsi beli dan ingin kepastian proyek jangka panjang jika harus meninggalkan Fenerbahce.
Kedua, munculnya Sevilla di menit-menit akhir turut memengaruhi pikirannya.
Klub La Liga tersebut bukanlah nama asing bagi En-Nesyri, mengingat ia pernah membela Sevilla dan memiliki ikatan emosional di sana.
