TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Isu kebugaran kader menjadi perhatian serius DPD PKS Kota Tasikmalaya.
Melalui peluncuran Gerakan Kader Bugar, PKS Kota Tasikmalaya menegaskan bahwa kesehatan fisik bukan sekadar pelengkap, melainkan modal dasar dalam menjalankan kerja-kerja pelayanan publik dan pengabdian sosial.
Program bertema Gerak Bersama, Sehatkan Keluarga, Kuatkan UPA itu digelar di Lapang Tundagan, Kecamatan Mangkubumi, Minggu (25/1/2026), dan diikuti sekitar 400 kader dari berbagai wilayah Kota Tasikmalaya.
Baca Juga:Dari Lahan ke Harapan: Regenerasi Petani Muda Menguat di Kota TasikmalayaBanjir, Retorika dan Ambisi Dedi Mulyadi Menuju Tahun 2029!
Ketua DPD PKS Kota Tasikmalaya Agus Sugiarto menekankan, kader yang aktif di masyarakat dituntut memiliki fisik yang prima agar mampu bekerja secara konsisten dan berkelanjutan.
“Sehat saja belum cukup. Kader harus bugar. Orang yang bugar itu selesai satu kegiatan, masih punya energi untuk lanjut ke kegiatan berikutnya,” ujar Agus.
Menurutnya, kebugaran berpengaruh langsung terhadap produktivitas, disiplin, hingga kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, pola hidup sehat didorong menjadi budaya organisasi, bukan sekadar program seremonial.
Hal senada disampaikan Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Barat KH Tetep Abdul Latip.
Ia menilai, perjalanan dakwah dan pengabdian publik membutuhkan kesiapan fisik agar kader tetap istiqamah di tengah tantangan lapangan.
“Pelayanan publik akan terasa ringan jika fisik kita sehat dan bugar. Ini soal ketahanan jangka panjang,” tuturnya.
Baca Juga:Kasus Konten Kreator Viral Diseret ke Polisi, Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Eksploitasi Anak di Kota TasikmalayaKonten Boleh Viral, Etika Jangan Absen: Praktisi PR Ingatkan Kreator Kota Tasikmalaya
Sementara itu, Ketua Bidang Seni, Olahraga, dan Budaya PKS Kota Tasikmalaya M Zulfa Fr menjelaskan, gerakan ini dirancang praktis agar mudah diterapkan dalam rutinitas harian kader.
Peserta dibagi ke sejumlah klaster olahraga ringan, mulai dari pemanasan dan pendinginan, jalan sehat dan lari, bela diri dasar, hingga workout rumahan.
“Olahraga tidak harus rumit. Yang penting rutin, tepat, dan sesuai kemampuan,” tambahnya.
Sepanjang kegiatan, antusiasme peserta terlihat tinggi.
Suasana kebersamaan dan kekeluargaan mengiringi setiap sesi latihan, menandai upaya PKS Kota Tasikmalaya membangun kader yang tidak hanya aktif secara ideologis, tetapi juga siap secara fisik dalam melayani masyarakat. (rezza rizaldi)
