RADARTASIK.ID – AS Roma dan AC Milan akan saling berhadapan di Stadion Olimpico dalam laga sarat gengsi pada Senin (26/1) dini hari nanti pukul 02.45 WIB.
Pertandingan ini bukan hanya penting bagi posisi klasemen kedua tim, tetapi juga menghadirkan kisah menarik di baliknya: reuni Donyell Malen dan Niclas Fullkrug.
Mereka berdua merupakan penyerang yang pernah bahu-membahu membawa Borussia Dortmund melangkah hingga final Liga Champions dan kini berada di sisi yang saling berlawanan.
Baca Juga:Cafu: AC Milan Bisa Memenangkan Liga Champions, AS Roma Akan Meraih ScudettoSiapa Raffaele Huli? Pemain Primavera Juventus yang Dibawa Spalletti Melawan Napoli
Seperti yang sering terjadi di bursa transfer, para penyerang baru selalu menjadi pusat perhatian.
Mereka adalah wajah utama perubahan, simbol harapan baru, sekaligus solusi instan bagi tim yang tengah mencari ketajaman.
Bursa transfer Januari kali ini tak terkecuali. Beberapa klub memanfaatkannya untuk merombak lini depan, dan AS Roma serta AC Milan termasuk di antaranya.
Menariknya, Giallorossi dan Rossoneri akan saling berhadapan dan sorotan dipastikan tertuju pada dua wajah baru yang sudah mulai memberi dampak nyata: Donyell Malen di kubu Roma dan Niclas Fullkrug di sisi Milan.
Keduanya memang baru mendarat di Italia, tetapi pengalaman, kualitas, dan latar belakang mereka membuat ekspektasi langsung meninggi.
Malen langsung mencuri perhatian sejak laga debutnya. Hanya membutuhkan 26 menit untuk mencetak gol pertamanya di Serie A—setelah sebelumnya sempat melihat satu gol dianulir—penyerang asal Belanda itu memberi sinyal kuat bahwa ia siap menjadi pembeda.
Debutnya bersama Roma terjadi melawan Torino, hanya tiga hari setelah resmi tiba di Italia, dan Gian Piero Gasperini tanpa ragu langsung memberinya kepercayaan penuh.
Baca Juga:Juventus Ultimatum En-Nesyri, Siapkan Striker Idaman AS Roma Sebagai PenggantiSiapa Youssef En-Nesyri? Calon Striker Baru Juventus yang Patahkan Rekor Sundulan Ronaldo
Penampilan Malen di laga tersebut nyaris sempurna. Ia menunjukkan kecepatan, teknik, pergerakan tanpa bola, serta kemampuan berkolaborasi dengan rekan setim.
Golnya menjadi penutup dari performa komplet yang membuat publik Olimpico optimistis.
Bukan rahasia lagi bahwa pada paruh pertama musim ini, lini serang Roma kerap menjadi titik lemah, sering gagal memaksimalkan peluang yang tercipta dan dengan kehadiran Malen, angin perubahan terasa mulai berembus.
Gasperini pun tak menutupi kepuasannya. Ia kini memiliki penyerang yang bukan hanya bisa mencetak gol, tetapi juga menciptakan ruang, membuka peluang, dan memiliki pengalaman internasional.
