Alih-alih masuk sel, para remaja itu mendapat wejangan langsung di depan orang tua—sebuah bentuk hukuman sosial yang kadang lebih menggetarkan daripada borgol.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa di Kota Tasikmalaya, potensi konflik remaja bisa muncul bahkan saat matahari belum sepenuhnya bangun.
Untungnya, kali ini warga lebih sigap, sehingga konvoi subuh hanya berakhir di kantor polisi, bukan di IGD. (rezza rizaldi)
