TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Minggu subuh yang seharusnya diisi doa dan sarapan bubur, nyaris berubah jadi arena adu nyali dua kelompok remaja di Kampung Cipapagan, Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya.
Sebanyak 13 remaja dari dua kelompok berbeda diamankan warga setelah diduga hendak melakukan keributan, Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.
Plt Kapolsek Indihiang Polres Tasikmalaya Kota, AKP Agus Khusaeni, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga terkait adanya dua kelompok remaja yang saling kejar menggunakan sepeda motor.
Baca Juga:Kota Tasikmalaya Bidik Diorama dan Arboretum Bambu, Kejar Wisata Edukasi Sekaligus Tambah PAD96 Tim Adu Skill Free Fire di Kota Tasikmalaya, FFNS 2026 Buru Bintang Baru Esport
“Anggota piket awalnya menerima informasi dari warga Kampung Cipapagan bahwa ada dua kelompok remaja menggunakan kendaraan bermotor yang diduga akan melakukan keributan. Anggota langsung menuju TKP,” ujarnya, Minggu sore.
Sesampainya di lokasi, polisi mendapati 13 remaja sudah lebih dulu diamankan oleh warga dan tokoh masyarakat setempat.
Situasi yang semula panas berhasil didinginkan dengan cara paling tradisional: diamankan rame-rame sebelum meletup.
Menurut keterangan tokoh masyarakat, peristiwa bermula saat dua kelompok remaja saling berpapasan ketika melakukan rolling atau konvoi.
Diduga karena saling ejek, keduanya terlibat aksi kejar-kejaran hingga masuk ke perkampungan dan berujung di jalan buntu.
“Warga curiga mereka akan melakukan keributan, sehingga langsung diamankan dan pihak kepolisian dihubungi,” terang Agus.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui 6 remaja berasal dari Kota Tasikmalaya dan 7 remaja lainnya dari wilayah Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya. Seluruhnya masih berusia di bawah umur.
Baca Juga:Gerakan Kader Bugar PKS Kota Tasikmalaya: Sehat Fisik Jadi Modal Kerja SosialDari Lahan ke Harapan: Regenerasi Petani Muda Menguat di Kota Tasikmalaya
Polisi turut mengamankan barang bukti berupa 6 unit sepeda motor, 1 buah stik baseball, dan 1 buah double stick yang diduga akan digunakan jika bentrokan benar-benar terjadi.
Beruntung, drama subuh itu berhenti di level ancaman. Belum sempat terjadi perkelahian, tidak ada korban luka, dan tidak ada laporan polisi dari pihak yang merasa dirugikan.
“Bahwa kedua kelompok remaja tersebut belum sampai terjadi keributan dan tidak ada korban luka,” tegas Agus.
Unit Reskrim Polsek Indihiang kemudian memanggil seluruh orang tua atau wali dari 13 remaja tersebut.
Proses pembinaan dilakukan di hadapan orang tua masing-masing serta tokoh masyarakat Kampung Cipapagan yang lebih dulu mengamankan mereka.
