Diberi Nyanyian Khusus oleh Curva Nord, Pio Esposito Tak Mau Dibandingkan dengan Vieri

Pio Esposito
Pio Esposito Foto: Tangkapan layar Instagram@inter
0 Komentar

Tim asuhan Cristian Chivu sempat berada di ambang kejutan memalukan, sebelum bangkit lewat penalti Piotr Zielinski, gol Lautaro Martinez, dan sundulan Esposito.

Babak kedua kemudian menjadi milik penuh Inter, dengan Federico Dimarco, Bonny, dan Henrikh Mkhitaryan melengkapi kemenangan telak.

Performa Esposito juga mendapat pengakuan lewat rating individu. Calciomercato memberi nilai 7,5 dan menyebut sang striker sebagai simbol kebangkitan Inter.

Baca Juga:Inter Ngamuk Hancurkan Pisa 6-2, Media Italia Sebut Esposito Seperti VieriResmi! AC Milan Jual Kapten Milan Futuro dan Gagal Datangkan Juwensley Onstein karena Sabotase Barcelona

Ia digantikan di babak kedua dengan standing ovation, seluruh stadion meneriakkan namanya dan menciptakan nyanyian khusus, sebuah pemandangan langka bagi pemain muda yang baru mencatatkan gol perdananya sebagai starter.

Kemenangan ini membuat Inter semakin kokoh di puncak klasemen, kini unggul enam poin dari rival sekota AC Milan.

Lebih dari sekadar tiga poin, laga melawan Pisa menjadi penegasan kedalaman skuad Inter, sekaligus sinyal bahwa klub memiliki talenta muda yang siap bersinar di level tertinggi.

Bagi Pio Esposito, malam di San Siro itu bukan tentang dibandingkan dengan legenda masa lalu, melainkan tentang langkah awal membangun identitasnya sendiri.

Dengan sikap rendah hati, dukungan penuh suporter, dan kepercayaan dari pelatih, Esposito perlahan menulis kisahnya sendiri bersama Inter—tanpa perlu hidup di bawah bayang-bayang nama besar siapa pun.

0 Komentar