Dari Lahan ke Harapan: Regenerasi Petani Muda Menguat di Kota Tasikmalaya

regenerasi petani muda di Kota Tasikmalaya
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya, Ely Suminar di kebun cabai Cikawung Awipari. istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Di tengah fluktuasi harga pangan dan bayang-bayang inflasi, secercah optimisme tumbuh dari lahan pertanian Cikawung Awipari, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya.

Sekelompok pemuda memilih turun ke tanah, bukan sekadar menanam bawang merah dan cabai, tetapi juga menanam masa depan pertanian Kota Tasikmalaya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya, Ely Suminar, menyebut aktivitas budidaya hortikultura yang dilakukan kelompok pemuda tani tersebut memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus menekan inflasi harian maupun bulanan.

Baca Juga:Banjir, Retorika dan Ambisi Dedi Mulyadi Menuju Tahun 2029!Kasus Konten Kreator Viral Diseret ke Polisi, Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Eksploitasi Anak di Kota Tasikmalaya

“Alhamdulillah beberapa hari lalu kami sampai di wilayah Cikawung Awipari, Kecamatan Cibeureum. Di sana para pemuda membudidayakan bawang merah dan cabai, yang selama ini menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi,” ujarnya, Sabtu (24/1/2026).

Menurut Ely, kehadiran pemuda di sektor pertanian menjadi sinyal penting bahwa regenerasi petani di Kota Tasikmalaya mulai bergerak.

Pertanian tak lagi identik dengan profesi generasi tua, melainkan mulai dipeluk generasi muda sebagai jalan hidup baru.

“Para pemuda ini sudah berpikir ke depan tentang masa depan pertanian di Kota Tasikmalaya. Mereka adalah generasi penerus petani yang akan melanjutkan pembangunan pertanian di Kota Tasik,” katanya.

Ia berharap kawasan tersebut ke depan bisa berkembang menjadi sentra penanaman buncis, bawang merah, dan cabai rawit yang mampu menopang kebutuhan pangan, khususnya untuk wilayah Kota Tasikmalaya.

Lebih jauh, Ely menilai aktivitas bertani yang digerakkan pemuda dapat menjadi contoh bagi kelompok sebaya lainnya.

Bahwa hasil pertanian bukan sekadar pekerjaan warisan orang tua, melainkan sumber penghidupan yang layak dan menjanjikan.

Baca Juga:Konten Boleh Viral, Etika Jangan Absen: Praktisi PR Ingatkan Kreator Kota TasikmalayaDPRD Mendesak, Dalih Dinkes Berproses: RS Dewi Sartika Kota Tasikmalaya Belum Layani BPJS

“Ini menjadi contoh bahwa pertanian bisa menjadi sumber kehidupan. Sekarang sudah bergeser, bukan hanya milik orang tua, tapi pemuda juga bisa menjadikan pertanian sebagai mata pencaharian,” ucapnya.

Di lapangan, para petani muda tersebut menerapkan pola tanam mandiri.

Mereka menanam, memanen, hingga memasarkan hasil panen secara langsung tanpa bergantung penuh pada intervensi pemerintah.

“Karena ini masih mandiri, mereka menanam, memanen, dan langsung memasarkan. Mudah-mudahan ke depan pemerintah bisa lebih berkontribusi untuk mengembangkan pembangunan pertanian di wilayah ini,” tambah Ely.

0 Komentar