Spalletti Diminta Jangan Ladeni Provokasi Fans Juventus: Suporter Membayar untuk Mendukung dan Mengkritik

Luciano Spalletti
Luciano Spalletti Foto: Tangkapan layar DAZN
0 Komentar

Callegari mengakui kerja Spalletti di lapangan layak diapresiasi dan menilai Juventus mengalami transformasi signifikan sejak kedatangannya.

Sebelum Spalletti, permainan Juventus sangat bergantung pada satu sumber kreativitas: bola ke Yildiz dan berharap keajaiban terjadi.

Setelah Vlahovic cedera, sementara David dan Openda belum memberi dampak, hanya talenta nomor 10 yang tersisa. Solusi minim, kepercayaan diri lini serang pun menurun.

Baca Juga:Ini Syarat AS Roma dan Bologna Lolos ke Babak 16 Besar Liga EuropaRibut dengan Presiden Lazio, Romagnoli Minta Dijual ke Klub Qatar

Spalletti kemudian merapikan semuanya dengan menekankan tiga aspek utama: keberanian, kualitas, dan tanggung jawab.

Keberanian bersifat mental dan memengaruhi tempo permainan, kualitas bersifat teknis dan menentukan kebersihan operan, sementara tanggung jawab bersifat kolektif dan menjadi lompatan penting dibanding masa lalu.

Juventus kini memang belum selalu brilian—mereka kalah saat mendominasi (seperti di Cagliari) dan menang saat menderita (kontra Benfica)—namun mereka kembali menjadi sebuah tim.

Masalahnya, menurut Callegari, ada pada versi Spalletti di luar lapangan.

Terlalu banyak energi, waktu, dan perhatian yang tercurah pada individu yang sebenarnya tidak pantas mendapatkannya.

Bagi seorang pelatih, turun langsung berhadapan dengan satu suporter tidak membawa manfaat apa pun.

Suporter memang “membayar dan karena itu merasa berhak menuntut”, memiliki hak untuk menilai dan mengkritik, idealnya dengan cara beradab dan tahu batas.

Callegari mengingatkan, ini bukan pertama kalinya pelatih bereaksi terhadap tekanan tribun.

Baca Juga:Paris FC Curi Pemain Incaran AC Milan, Giovane Pindah ke NapoliDua Golnya Bawa AS Roma Tumbangkan Stuttgart, Gasperini Sebut Pisilli Mirip dengan Legenda Juventus

Roberto Mancini pernah berdialog dengan suporter di San Siro, Fabio Capello bahkan pernah mengacungkan jari tengah ke tribun Bernabeu.

Reaksi emosional adalah hal manusiawi. Namun, pelatih dengan bayaran tinggi juga dibayar untuk mampu menyerap kritik, cibiran, dan tekanan—itu bagian dari peran.

“Ini dua level yang berbeda,” tegas Callegari.

“Suporter membayar untuk mendukung dan mengkritik, pelatih dibayar untuk memutuskan dan mengelola. Ketika yang di atas turun ke level paling bawah, fokus akan menjauh dari lapangan, padahal lapangan adalah hakim tertinggi,” paparnya.

Menurutnya, tindakan Spalletti justru menghilangkan apa yang sedang ia bangun di tim.

Spalletti layak dipuji atas pendekatan bertahap di ruang ganti, penghormatan pada pendahulunya, mentalitas kompetitif, pemaksimalan sumber daya, serta permintaan transfer yang terukur tanpa meremehkan skuad yang ada.

0 Komentar