Bagi DPRD, ini menjadi catatan penting. Sebab dalam urusan sosial-keagamaan di Kota Tasikmalaya, satu kalimat yang tak utuh, satu kabar yang tak sampai, bisa berubah menjadi kegaduhan.
Di kota yang akrab dengan mimbar dan pengajian, absennya komunikasi kerap terasa lebih nyaring daripada pidato panjang. (rezza rizaldi)
