TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Tawa pecah, jerit kecil kegirangan, dan seragam mungil yang basah kuyup menjadi pemandangan tak biasa di Markas Pemadam Kebakaran (Damkar) BPBD Kota Tasikmalaya, Kamis (22/1/2026).
Hari itu, markas yang biasanya siaga menghadapi api justru diserbu rasa ingin tahu anak-anak taman kanak-kanak.
Puluhan anak Kelompok Bermain (Kober) Children Youse Montessori, Kecamatan Tawang, datang berkunjung ke markas baru Damkar yang berlokasi di kawasan Dinas Perhubungan dan Diskominfo Kota Tasikmalaya, Jalan IR H Juanda, Bungursari.
Baca Juga:Dishub Kota Tasikmalaya Kumpulkan Jukir, Tegaskan Karcis Parkir Wajib Diserahkan Tanpa DimintaKonten Pacar Bayaran di Kota Tasikmalaya Meresahkan! Objeknya Siswi, Diberi Rp 100 Ribu Plus Jajan
Bukan untuk keadaan darurat, melainkan belajar sambil bermain mengenal profesi pemadam kebakaran.
Bagi anak-anak usia 3 hingga 4 tahun itu, helm merah, mobil besar, dan selang air panjang bukan sekadar alat kerja.
Semuanya tampak seperti mainan raksasa yang mengundang decak kagum.
Apalagi ketika mereka diajak naik mobil Damkar dan merasakan sensasi “hujan dadakan” dari semprotan air.
“Ini memang bagian dari edukasi. Kita menerima kunjungan sekolah, terutama TK, untuk pengenalan profesi sekaligus edukasi pencegahan kebakaran sejak dini,” ujar Kepala Bidang Damkar Kota Tasikmalaya, Erik Yowanda, sambil tersenyum melihat anak-anak berlarian.
Menurut Erik, materi yang diberikan sengaja dibuat ringan.
Anak-anak hanya diperkenalkan secara sederhana tentang apa itu api, bahaya kebakaran, dan siapa yang datang saat api tak terkendali.
“Tidak terlalu berat. Yang penting mereka tahu, damkar itu teman, bukan sesuatu yang menakutkan,” katanya.
Keceriaan semakin lengkap saat sesi bermain air dimulai.
Momen inilah yang menjadi favorit para siswa.
Seragam basah tak lagi jadi soal, justru jadi kenangan yang akan dibawa pulang.
Baca Juga:Dari Karcis hingga Digitalisasi, Penataan Parkir di Kota Tasikmalaya Terus DikajiParkir Berkarcis di Kota Tasikmalaya Masih Setengah Hati, Kata Praktisi Hukum: Dishub Banyak Retorika
Sebelum menempati markas baru, Damkar Kota Tasikmalaya juga rutin menerima kunjungan edukatif di pos lama kawasan Depo Ikan.
Namun kini, jumlah kunjungan dibatasi.
“Sehari maksimal dua sekolah. Ini lingkungan baru, jadi kami atur supaya aktivitas perkantoran tetap berjalan lancar. Kami koordinasi dengan Dishub dan Diskominfo,” jelas Erik.
Di balik barisan anak-anak, para orang tua ikut mendampingi. Salah satunya Kania Dwi Lestari. Ia menyebut kunjungan ini menjadi bagian penting dari pembelajaran di luar kelas.
