“Bahkan sebelumnya kami sempat bersama Dirjen dan salah satu penggiat perfilman nasional, Manoj Punjabi,” ujarnya.
Di luar sektor budaya, Diky juga menghadiri pertemuan dengan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga bersama Ketua KONI Kota Tasikmalaya dan kepala dinas terkait.
Pertemuan itu membahas program Turnamen Antar Kampung (Tarkam).
Menurut Diky, pada 2025 Kementerian Pemuda dan Olahraga sempat menggelar kegiatan Tarkam di Kota Tasikmalaya.
Namun pada 2026, program tersebut tidak lagi tercantum.
Baca Juga:Saat Klarifikasi Inspektorat Kota Tasikmalaya Tak Pernah Benar-Benar Usai!Saat Musik Tak Lagi Sekadar Hiburan, Terapi Laras Jiwa Menyentuh Batin di Kota Tasikmalaya
“Kami coba diskusikan program alternatif dengan Wamenpora agar Kota Tasikmalaya tetap mendapat kegiatan,” katanya.
Diky juga menegaskan komitmennya terhadap efisiensi anggaran selama agenda di Jakarta.
Ia menolak tawaran penginapan hotel dari kementerian dan memilih menginap di rumah pribadi sebelum melanjutkan agenda ke Purwakarta untuk meninjau diorama.
“Sebagai bentuk efisiensi, saya menginap di rumah sendiri. Dari Jakarta langsung ke Purwakarta subuh-subuh tanpa biaya hotel,” ujarnya.
Dalam berbagai pertemuan tersebut, Diky turut memperkenalkan keberadaan komunitas budaya di Kota Tasikmalaya, seperti Ambu Midang serta seni pencak silat payung, sebagai bagian dari ikhtiar membangun kerja sama berkelanjutan antara pemerintah daerah dan kementerian. (rezza rizaldi)
