Bahas Sarpras Budaya hingga Tarkam, Diky Candra Dorong Peran Strategis Kota Tasikmalaya di Kementerian

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra ke kementerian
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra bersama Anggota DPD RI Alfiansyah Komeng bertemu Menteri Pariwisata Fadli Zon di Kantor Kementerian Pariwisata, Kamis (22/1/2026). istimewa for Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra mengungkapkan rangkaian agenda koordinasi dengan sejumlah pejabat kementerian yang membahas penguatan sektor budaya, olahraga, hingga potensi strategis Kota Tasikmalaya sebagai episentrum Priangan.

Diky menyampaikan, kemarin Kamis (22/1/2026), awalnya ia dijadwalkan bertemu Wakil Menteri Pariwisata untuk membahas sarana dan prasarana kebudayaan, termasuk kondisi gedung kesenian. Namun agenda tersebut diundur karena Wamenpar dipanggil DPR RI.

“Alhasil tetap bertemu Dirjen Kebudayaan. Bahkan secara mendadak kami dipanggil langsung oleh Menteri Kebudayaan, Pak Fadli Zon ke ruangan baru menteri,” ujar Diky saat dikonfirmasi, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga:Saat Klarifikasi Inspektorat Kota Tasikmalaya Tak Pernah Benar-Benar Usai!Saat Musik Tak Lagi Sekadar Hiburan, Terapi Laras Jiwa Menyentuh Batin di Kota Tasikmalaya

Dalam pertemuan itu, Diky bersama Anggota DPD RI Alfiansyah Komeng didampingi Kadisporabudpar, Deddy Mulyana, menyampaikan sejumlah isu strategis, salah satunya terkait Tugu Koperasi di Kota Tasikmalaya.

Ia menegaskan bahwa kajian Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Tasikmalaya telah selesai dan kini menunggu proses lanjutan di tingkat provinsi dan pusat agar Tugu Koperasi dapat ditetapkan sebagai cagar budaya nasional.

Tak hanya itu, Diky juga menekankan posisi Kota Tasikmalaya sebagai pusat aktivitas wilayah Priangan Timur.

Menurutnya, Kota Tasikmalaya menjadi tumpuan kabupaten dan kota di sekitarnya, khususnya dalam pengembangan seni dan budaya.

“Kami sampaikan kondisi gedung kesenian, GCC, serta potensi seni budaya Kota Tasikmalaya yang besar namun butuh dukungan sarana,” terangnya.

Ia juga mengusulkan kawasan Cilembang di Kabupaten Tasikmalaya agar dikembangkan sebagai area seni pertunjukan dengan dukungan pemerintah pusat dan provinsi.

Meski aset berada di wilayah kabupaten, Diky menilai dampaknya akan langsung dirasakan Kota Tasikmalaya.

“Multiplayer effect-nya akan positif untuk kota,” ucapnya.

Baca Juga:Dishub Kota Tasikmalaya Kumpulkan Jukir, Tegaskan Karcis Parkir Wajib Diserahkan Tanpa DimintaKonten Pacar Bayaran di Kota Tasikmalaya Meresahkan! Objeknya Siswi, Diberi Rp 100 Ribu Plus Jajan

Selain infrastruktur, Diky menyampaikan harapan agar Kementerian Kebudayaan dapat membantu pembangunan diorama sejarah dan budaya di Kota Tasikmalaya.

Diorama tersebut diharapkan menjadi sarana pelestarian sekaligus destinasi wisata edukasi yang dapat menambah pendapatan asli daerah (PAD).

Dalam kesempatan itu, Diky juga mengangkat potensi Gedung Creative Center (GCC) sebagai ruang pengembangan perfilman.

Ia menyebut Dirjen Kebudayaan memiliki latar belakang kuat di bidang film dan seni pertunjukan.

0 Komentar