Terjadi 592 Bencana di Garut Sepanjang 2025, Longsor Paling Mendominasi

bencana longsor di Garut
Salah satu kejadian longsor yang terjadi di Garut pada tahun 2025. (Agi Sugiana/radartasik.id)
0 Komentar

GARUT, RADARTASIK.ID – Kabupaten Garut menjadi salah satu wilayah yang berisiko tinggi terjadinya bencana alam karena kondisi geografisnya dipenuhi perbukitan.

Sepanjang tahun 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut mencatat setidaknya ada 592 bencana alam yang didominasi tanah longsor.

“Kejadian bencana total 592 bencana, yang sudah asesmen 396,” ucap Sekretaris BPBD Kabupaten Garut Abud Abdullah, Kamis (22/1/2026).

Baca Juga:Ketika Wapres RI Gibran ke Kota Tasikmalaya, yang Pulang Hanya Foto!Imin yang Bukan Gus Muhaemin!

Ia menyampaikan, ada 41 kecamatan yang terdampak berbagai macam bencana alam sepanjang tahun 2025. Namun wilayah paling tertinggi adalah Kecamatan Pasirwangi dengan 38 kejadian bencana alam.

Data-data bencana alam yang paling mendominasi di antaranya tanah longsor sebanyak 308 kejadian, disusul cuaca ekstrem sebanyak 169 kejadian dan banjir sebanyak 88 kejadian.

Selain itu, ada bencana alam lainnya namun masih terkategori sedikit atau minim.

“Kebakaran sebanyak 18 kejadian, epidemi 4 kejadian, gelombang tinggi 3 kejadian dan kekeringan 2 kejadian,” katanya.

Bencana alam yang terjadi sepanjang tahun 2025 juga berdampak kepada 7.399 jiwa dan 2.650 Kepala Keluarga (KK) serta berdampak pada kerusakan rumah sebanyak 2.633 unit.

Rinciannya, rusak ringan 403 unit, rusak sedang 28 unit, dan rusak berat 287 unit, terendam sebanyak 1440, dan terancam sebanyak 475.

Selain rumah terdapat juga beberapa fasilitas yang juga terdampak seperti fasilitas kesehatan, pendidikan dan yang lainnya.

Baca Juga:Seberapa Menarik Media Sosial Kepala Daerah Menurut Warga? Ini Kata Mereka!Siapa Paling Populer? Adu Popularitas Kepala Daerah Priangan Timur di Media Sosial

“Fasilitas pendidikan 42 unit, fasilitas kesehatan 1 unit, fasilitas ibadah 38 unit, dan fasilitas umum 4,” katanya.

Sementara lainnya TPT sebanyak 116 unit, jembatan 17 unit, dan jalan sebanyak 94 titik.

Ia mengatakan, beberapa upaya mitigasi terus dilakukan BPBD, mulai dari melakukan sosialisasi, komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat dan pelajar sekolah (melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana) tentang bagaimana cara menghadapi bencana dan mengurangi risiko.

Selain itu melakukan pengawasan terhadap potensi bencana. “Melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap potensi bencana berdasarkan data yang ada di dokumen Kawasan Rawan Bencana,” katanya.

Pihaknya terus melengkapi sarana dan prasarana untuk menghadapi bencana, seperti peralatan evakuasi dan kelengkapan saat penanganan lainnya.

Pada kewilayahan pihaknya juga membuat Kecamatan Tangguh Bencana dan Desa Tangguh Bencana.

‘Sekolah Tangguh Bencana melalui SPAB, relawan kebencanaan serta memberikan penguatan pemahaman melalui simulasi dalam rangka mengurangi risiko bencana dan ketahanan masyarakat,” pungkasnya. (Agi Sugiana)

0 Komentar