Satu Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Dimakamkan di Garut

korban pesawat jatuh asal Garut
Upacara militer oleh melepas jenazah pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan, Deden Maulana, di Garut Kamis sore 22 Januari 2026. (Agi Sugiana/radartasik.id)
0 Komentar

Setibanya di Jakarta, jenazah disemayamkan di Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Pasar Minggu, Jakarta Selatan, untuk mendapat penghormatan terakhir. Rekan sejawat dari KKP memberikan doa dan penghormatan, sementara pihak keluarga berada di barisan terdepan dalam prosesi tersebut.

Dalam kesempatan itu, KKP menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Deden Maulana dalam kecelakaan pesawat air surveillance yang jatuh di Gunung Bulusaraung pada 17 Januari lalu.

“Mewakili keluarga besar KKP, saya mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga Deden Maulana. Beliau dikenal sebagai pegawai yang ulet, dan berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya,” ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, dalam siaran resmi di Jakarta, Kamis (22/1).

Baca Juga:Ketika Wapres RI Gibran ke Kota Tasikmalaya, yang Pulang Hanya Foto!Imin yang Bukan Gus Muhaemin!

“Duka mendalam juga kami sampaikan untuk keluarga pramugari maskapai Indonesia Air Transport, Florencia Lolita Wibisono,” tambah Sakti.

Deden meninggalkan seorang istri dan seorang anak laki-laki berusia sekitar 12 tahun yang masih duduk di bangku kelas VI sekolah dasar. Mengenai hal ini, Menteri Trenggono memastikan KKP akan terus mendampingi keluarga Deden Maulana, serta keluarga Ferry Irawan dan Yoga Nauval, dua pegawai KKP lainnya yang turut menjadi korban dalam insiden tersebut.

Sebagai bentuk penghargaan, Deden Maulana mendapatkan kenaikan pangkat anumerta dari Penata Muda Tingkat I III/b menjadi Penata III/c. Selain itu, putra almarhum memperoleh beasiswa pendidikan hingga perguruan tinggi. Seluruh hak ketiga pegawai KKP yang berada dalam pesawat tersebut, termasuk asuransi kecelakaan kerja, dipastikan diserahkan kepada keluarga.

Diketahui, ketiga pegawai KKP itu berada dalam pesawat dalam rangka misi patroli udara pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan. Hingga kini masih ada 10 penumpang pesawat yang belum ditemukan.

“Semoga segera ada kabar baik dari Tim SAR Gabungan, dan kami masih berharap keajaiban untuk pegawai KKP maupun kru pesawat yang masih dalam pencarian. Teriring doa juga untuk keselamatan dan kesehatan seluruh tim gabungan yang tak kenal lelah membantu proses pencarian para korban,” pungkas Menteri Trenggono. (Agi Sugiana)

0 Komentar