Sandro Sabatini: Sihir Spalletti Buat Juventus Tampil Lebih Dibandingkan Napolinya Conte

Luciano Spalletti
Luciano Spalletti Foto: Tangkapan layar Instagram@juventus
0 Komentar

Ia merasa permainan Juventus versi “Spalletti” terlalu sering bergantung pada Yildiz, dengan skema khas dari kiri ke kanan menuju tiang jauh, semacam versi terbaru dari pola lama Lorenzo Insigne di masa lalu.

“Berikan Bola ke Yildiz, lalu kita lihat apa yang terjadi,” tulisnya.

Namun, penampilan Juve dini hari dianggap Sabatini juga bergantung pada performa pemain lain.

Baca Juga:Juventus Tumbangkan Benfica Asuhan Mourinho, Thuram dan McKennie Dipuji Media ItaliaMedia Italia: Titisan Vlahovic Ngotot Gabung ke AC Milan

Miretti, misalnya, tampil ceroboh dan kurang determinasi di babak pertama. McKennie tetap menghadirkan ledakan-ledakan khasnya, meski kali ini lebih sporadis.

Di lini tengah, duet Locatelli—yang tampil luar biasa dan hampir menjadi pemain terbaik—dan Thuram, meski belum di puncak performa, tetap krusial berkat golnya.

Namun, Sabatini menyindir tajam Jonathan David yang performanya jauh dari kata memuaskan.

Di babak pertama, penyerang Kanada itu bahkan tak sekalipun menyentuh bola dengan kaki.

Satu-satunya sentuhan datang lewat sundulan buruk yang langsung disambut siulan keras.

Di awal babak kedua, ia kembali gagal memanfaatkan bola, dan siulan pun kembali menggema.

Dalam kondisi tertekan, sekitar sepuluh menit di awal babak kedua, Spalletti bahkan terlihat beradu argumen dengan seorang tifosi di tribun belakangnya.

Baca Juga:Mateta Terima Pinangan Juventus, Bos Crystal Palace Ejek Tawaran Nyonya TuaComo Tikung AC Milan dalam Perburuan Bek Muda Barcelona

Momen itu tampak seperti awal dari kegelisahan dari sang pelatih, beruntung usai insiden itu justru lahir gol “pengusir kecemasan” dari Thuram, disusul gol kedua McKennie.

Setelah unggul dua gol, Juventus mengelola pertandingan dengan cukup baik, meski sempat mendapat tekanan, termasuk satu tembakan Benfica yang membentur tiang dan penalti yang gagal.

Spalletti lalu memasukkan Conceiçao menggantikan Miretti yang redup, disusul Cabal dan Openda untuk Cambiaso dan David.

Bahkan Kostic ikut dimainkan demi memberi Yildiz waktu bernapas, sambil mulai memikirkan laga Serie A melawan Napoli pada hari Senin.

Sabatini menutup analisanya dengan catatan penting: Juventus tak boleh lagi hanya mengandalkan Yildiz saat menghadapi Napoli asuhan Conte yang tengah berada dalam kondisi yang lebih mengkhawatirkan di Eropa.

Saat ini, Napoli berada di urutan ke-26 dengan 8 poin dan terancam tak lolos ke babak play-off karena akan melawat ke kandang Chelsea di laga terakhir penyisihan grup Liga Champions.

0 Komentar