RADARTASIK.ID – Jurnalis senior Italia, Sandro Sabatini, mengakui adanya “sihir” Luciano Spalletti yang membuat Juventus saat ini tampil lebih meyakinkan di Liga Champions dibandingkan Napoli asuhan Antonio Conte.
Dalam kolom editorialnya di Calciomercato, Sabatini menyoroti kemenangan Juventus atas Benfica sekaligus memotret transformasi mental dan karakter Bianconeri di Eropa.
Sabatini mengawali ulasannya dengan membahas kemunduran Jonathan David yang kembali menjadi sasaran siulan publik Allianz Stadium.
Baca Juga:Juventus Tumbangkan Benfica Asuhan Mourinho, Thuram dan McKennie Dipuji Media ItaliaMedia Italia: Titisan Vlahovic Ngotot Gabung ke AC Milan
Namun di balik sorotan negatif itu, Juventus justru memperlihatkan sekitar 15 menit permainan khas “Juve besar”, versi paling cemerlang dari tim yang enak ditonton sekaligus kejam dalam memanfaatkan momen.
Dua gol yang dicetak Juventus ke gawang Benfica dinilai sangat “berat” dampaknya.
Pertama, dari sisi konsekuensi klasemen: Bianconeri kini siap melaju ke babak play-off Liga Champions sebagai unggulan.
Kedua, dari sisi para pemain di lapangan: Khephren Thuram dan Weston McKennie kali ini menunjukkan lebih banyak jiwa dan hati dibanding sekadar mengandalkan otot dan taktik di lapangan.
Sabatini melihat hal itu sebagai cara ajaib Spalletti menundukkan Jose Mourinho, yang memimpin Benfica dengan performa biasa saja di liga Portugal, tetapi cukup mengejutkan karena mampu menciptakan rasa cemas di Stadium, terutama pada babak pertama yang nyaris mereka kuasai.
Sabatini kemudian mengulas performa individu Juventus secara detail. Di Gregorio tampil sigap dan menentukan lewat beberapa penyelamatan sulit.
Kalulu, yang kembali menjadi starter, tampak tak kenal lelah meski nyaris tak pernah absen musim ini.
Baca Juga:Mateta Terima Pinangan Juventus, Bos Crystal Palace Ejek Tawaran Nyonya TuaComo Tikung AC Milan dalam Perburuan Bek Muda Barcelona
Ia kini sama tak tergantikannya dengan Bremer, sang penguasa lini belakang, meski bek Brasil itu membuat kesalahan serius yang berujung penalti untuk Benfica.
Untungnya, Bremer kali ini didampingi Kelly yang tampil rapi tanpa cela.
Di sisi kiri, Cambiaso tampil cenderung tampil biasa meski diberi kebebasan bergerak.
Dalam situasi seperti itu, solusinya sederhana: berikan bola kepada Kenan Yildiz.
Pemuda asal Turki itu jelas menjadi kekuatan utama Juventus, tetapi sekaligus sumber titik lemah yang mudah dibaca oleh lawan.
