BANJAR, RADARTASIK.ID – Perumdam Tirta Anom Kota Banjar kini punya cara baru dalam mengatasi masalah jaringan distribusi utama (JDU) pipa yang bocor. Yaitu membentuk tim khusus (timsus) bernama NRW (Non-Revenue Water).
NRW merupakan istilah untuk air yang sudah diproduksi Perumdam Tirta Anom akan tetapi hilang di tengah jalan alias tidak sampai ke masyarakat (pelanggan).
Direktur Perumdam Tirta Anom Kota Banjar E Fitrah Nurkamilah, mengatakan pembentukan timsus ini bertujuan meningkatkan efisiensi distribusi air.
Baca Juga:Ketika Wapres RI Gibran ke Kota Tasikmalaya, yang Pulang Hanya Foto!Imin yang Bukan Gus Muhaemin!
“Fokus utama timsus ini adalah menurunkan tingkat kehilangan air akibat kebocoran pipa (JDU maupun pipa ke masyarakat),” ucapnya, Kamis (22/1/2026).
Tugasnya, mengurangi air yang terbuang sia-sia, sehingga pendapatan Perumdam Tirta Anom Kota Banjar meningkat. Pada akhirnya pelayanan pendistribusian air bersih kepada masyarakat menjadi lebih optimal.
Kepala Bagian Teknik Perumdam Tirta Anom Agus Koswara menjelaskan, langkah yang dilakukan dengan mengkoordinir tiga sub-bagian.
“Yakni sub-bagian distribusi, perencanaan teknik, dan hubungan langganan, sebagai langkah awal pencarian kebocoran di lapangan,” jelasnya.
Ketika ada indikasi kebocoran, tim langsung bergerak ke lokasi yang dicurigai terdapat kebocoran pipa. Dengan tim ini, penanganan kebocoran cepat tertangani.
Pengecekan awal dilakukan setelah mendapatkan informasi kebocoran pipa, kemudian dilakukan langkah penanganan (penggalian tanah) lalu dimulai memperbaiki titik kebocoran. (Anto Sugiarto)
