BANJAR, RADARTASIK.ID – Sejumlah massa dari Sapma (Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa) Pemuda Pancasila Kota Banjar bersama Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mendatangi kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar.
Mereka mempertanyakan sejauh mana penanganan kontainer sampah yang kondisinya rusak.
Ketua Sapma PP Kota Banjar Irwan Herwanto mengatakan, kedatangan ke DLH untuk mempertanyakan penanganan kontainer sampah yang rusak (bolong).
“Kami banyak nerima keluhan dari masyarakat, ini bukan sekadar masalah teknis kendaraan. Melainkan bentuk pengabaian terhadap standar pelayanan minimal (SPM),” ucapnya, Kamis (22/1/2026) didampingi aktivis GMNI.
Baca Juga:Ketika Wapres RI Gibran ke Kota Tasikmalaya, yang Pulang Hanya Foto!Imin yang Bukan Gus Muhaemin!
Pihaknya mendesak pemkot tidak hanya fokus pada retribusi sampah, tapi juga pada modernisasi armada berupa kontainer sampah yang layak untuk mengangkut sampah.
Selain itu, meminta transparansi anggaran perawatan (pemeliharaan) kendaraan di DLH.
“Kondisi ini sangat memprihatinkan, melihat kontainer sampah yang melintas di pemukiman warga dalam kondisi rusak parah (bolong),” jelasnya.
Pihaknya memberikan empat tuntutan. Pertama melakukan audit dan perbaikan darurat serta menghentikan operasional kontainer sampah yang rusak parah untuk dilakukan perbaikan (tambal sulam).
Kedua, agar mengupayakan untuk memprioritaskan anggaran pengadaan kontainer sampah baru sesuai standar. Ketiga, perlu transparansi anggaran perawatan.
Keempat, optimalkan peningkatan SOP pengangkutan sampah dan memastikan seluruh armada wajib menggunakan penutup (terpal) layak.
“Kita berharap agar tuntutan ini harus dilaksanakan, demi memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kota Banjar,” ujarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar Asep Tatang Iskandar mengatakan, akan menciptakan pengelolaan sampah yang baik dan benar dengan melibatkan berbagai sektor.
Baca Juga:Seberapa Menarik Media Sosial Kepala Daerah Menurut Warga? Ini Kata Mereka!Siapa Paling Populer? Adu Popularitas Kepala Daerah Priangan Timur di Media Sosial
“Meski ada beberapa kendala, seperti kontainer sampah yang rusak. Rencananya akan dilakukan di anggaran perubahan untuk perbaikan kontainer sampah yang rusak,” pungkasnya.
Diakuinya, untuk saat ini pihaknya akan melakukan perbaikan seadanya dulu, dan melakukan pendekatan ke instansi dan desa untuk mengelola sampah dengan baik.
“Kami tidak ada alasan untuk tidak mengangkut sampah dan tidak ada lagi penumpukan sampah kembali terjadi,” tuturnya.
Meski demikian, dia menyebut capaian retribusi sampah tahun 2025 melebihi target. Target Rp543 juta, tapi tercapai Rp611 juta atau 109 persen.
