BANJAR, RADARTASIK.ID – Dua anggota DPRD Kota Banjar diduga menjadi korban penipuan terkait penentuan titik pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG/SPPG). Keduanya adalah Hendrik Purnomo dari Fraksi Hanura dan Eko Pradana Utama dari Fraksi Golkar.
Pj Ketua sementara DPRD Kota Banjar, Sutopo, membenarkan adanya dugaan penipuan yang menimpa dua anggota dewan tersebut.
“Iya ada dua orang (anggota DPRD Kota Banjar) jadi korban penipuan dapur MBG,” ucapnya, Kamis (22/1/2026).
Baca Juga:Ketika Wapres RI Gibran ke Kota Tasikmalaya, yang Pulang Hanya Foto!Imin yang Bukan Gus Muhaemin!
Sutopo mengaku sempat mengikuti pertemuan dengan seorang pria berinisial I yang menjanjikan bisa membantu menentukan titik pembangunan dapur MBG. Pertemuan itu berlangsung di salah satu kedai kopi di Kota Banjar menjelang akhir 2025. Namun saat itu Sutopo belum yakin karena belum ada kepastian yang jelas, sehingga tidak ikut mentransfer uang kepada pria tersebut.
“Waktu itu sudah janjian ada yang siap bantu, katanya ada kenalan orang di BGN. Saya telat ikut pertemuan karena masih di jalan, tapi Eko sudah duluan (tiba), kemungkinan sudah lama ngobrolnya,” jelas Sutopo.
Ia kemudian menanyakan kepada Eko terkait nominal uang yang telah diserahkan kepada terduga pelaku. Dari penjelasan yang diterimanya, jumlah uang yang ditransfer cukup besar. Pada tahap awal sebesar Rp100 juta. Tak lama kemudian, terduga pelaku kembali meminta tambahan Rp100 juta dan kembali ditransfer oleh korban.
Sementara itu, Hendrik Purnomo mengaku mengenal terduga pelaku penipuan melalui informasi dari mulut ke mulut. Ia tertarik karena disebut-sebut ada pihak yang berhasil mendapatkan titik pembangunan dapur MBG melalui jalur tersebut.”Gimana ya ngomongnya, ini pakai jalur cepat (penentuan titik pembangunan dapur MBG) katanya dijanjikan 28 Desember 2025, lalu molor. Ditanya lagi nanti 30 Desember 2025 tapi malah jempling,” terangnya.
Hendrik sempat kembali menghubungi terduga pelaku yang mengaku memiliki kedekatan dengan pihak Badan Gizi Nasional (BGN). Terduga pelaku sempat menjanjikan kepastian pada 3 Januari 2026. Namun setelah itu, yang bersangkutan justru menghilang.
Ia menjelaskan, niat awalnya hanya ingin membantu saudaranya di wilayah Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, untuk ikut menyukseskan program MBG. Namun hingga kini tidak ada kejelasan terkait penentuan titik pembangunan dapur tersebut.
