Ia menambahkan bahwa pengembangan Gua Rahong sejalan dengan visi pemerintah desa untuk menggali potensi lokal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat. Namun demikian, ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan melanjutkan hasil kerja mahasiswa.
“Tugas kita bersama setelah ini adalah menjaga, merawat, dan mengembangkan. Pemerintah desa siap mendorong agar Gua Rahong menjadi salah satu ikon wisata Desa Cikalong,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Koordinator Desa, Fahmi Rizal, menilai program KKN tersebut telah menjawab kebutuhan dasar dalam pengelolaan destinasi wisata. Ia menyebut pembuatan peta kawasan dan pemasangan plang informasi sangat membantu pengunjung maupun masyarakat lokal dalam mengenali kawasan Gua Rahong.
Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona
“Selama ini potensi ada, tapi belum tertata. Dengan adanya peta, plang, dan media digital, Gua Rahong menjadi lebih mudah diakses dan dikenal. Ini langkah awal yang sangat penting,” ujar Fahmi Rizal.
Ia juga menyoroti penyediaan tong sampah sebagai bagian dari pendidikan lingkungan sejak dini. Menurutnya, kesadaran kebersihan perlu dibangun sejak awal agar pengembangan wisata tidak menimbulkan persoalan lingkungan di kemudian hari.
“Wisata tidak hanya soal ramai pengunjung, tapi juga soal tanggung jawab menjaga lingkungan. Mahasiswa sudah memberi contoh yang baik,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan KKN Kelompok 88 Unsil di Desa Cikalong mencerminkan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan melalui pengabdian kepada masyarakat.
Integrasi pemetaan wilayah, pemanfaatan teknologi informasi, serta pendekatan partisipatif menjadi model kolaborasi yang diharapkan dapat direplikasi di desa-desa lain.
Dengan diresmikannya Gua Rahong beserta sarana pendukungnya, Desa Cikalong kini memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan sektor pariwisata berbasis potensi lokal. Pemerintah desa bersama masyarakat berharap inisiatif ini menjadi langkah awal menuju desa wisata yang tertata, berdaya saing, dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi warga setempat. (obi)
